By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
Suara News PapuaSuara News PapuaSuara News Papua
Reading: Nabire Barat Dorong Gerakan Wajib Tani, Manfaatkan Potensi Pertanian untuk Tingkatkan Ekonomi Masyarakat
Share
Notification Show More
Font ResizerAa
Suara News PapuaSuara News Papua
Font ResizerAa
Have an existing account? Sign In
Follow US
© 2022 Foxiz News Network. Ruby Design Company. All Rights Reserved.
Berita UtamaKesejahteraanPertanian

Nabire Barat Dorong Gerakan Wajib Tani, Manfaatkan Potensi Pertanian untuk Tingkatkan Ekonomi Masyarakat

SuaraNews Papua
Last updated: 1 Agustus 2026 11:56
SuaraNews Papua 2 minggu ago
Share
SHARE

NABIRE – Pemerintah Distrik Nabire Barat, Kabupaten Nabire, Papua Tengah, tengah menyiapkan program Gerakan Wajib Tani sebagai langkah strategis untuk mendorong masyarakat memanfaatkan lahan pertanian sekaligus meningkatkan ketahanan pangan dan kesejahteraan keluarga.

Kepala Distrik Nabire Barat, Osea P. Wakei, mengatakan program tersebut dirancang agar setiap keluarga memiliki aktivitas pertanian yang dapat menjadi sumber pendapatan sekaligus memenuhi kebutuhan pangan rumah tangga.

“Kami sedang menyiapkan program Gerakan Wajib Tani agar setiap keluarga di Distrik Nabire Barat dapat memiliki dan mengelola lahan pertanian. Harapannya, pertanian tidak hanya menjadi sumber pangan, tetapi juga mampu meningkatkan ekonomi keluarga,” ujar Osea di Nabire, Kamis.

Menurutnya, gagasan tersebut muncul dari besarnya potensi sektor pertanian di Nabire Barat yang masih dapat dikembangkan. Pemerintah distrik menilai sektor pertanian memiliki peran penting dalam memperkuat perekonomian masyarakat sekaligus mendukung ketersediaan pangan di tingkat lokal.

Pengembangan pertanian juga diarahkan untuk mendukung peningkatan kualitas konsumsi pangan dan gizi masyarakat. Salah satu langkah yang mendapat perhatian adalah pengembangan padi biortifit, yang telah memasuki tahap panen perdana pada 29 Juli 2026 setelah ditanam sejak April lalu.

Osea menyambut positif pengembangan varietas tersebut karena dinilai dapat memberikan manfaat bagi masyarakat, khususnya dalam mendukung pemenuhan kebutuhan gizi dan upaya pemerintah dalam menekan angka stunting.

“Kami menyambut baik pengembangan padi biortifit karena manfaatnya dapat dirasakan langsung oleh masyarakat. Selain meningkatkan produksi pangan, kandungan gizinya juga dapat mendukung upaya penanganan stunting sehingga masyarakat dapat tumbuh lebih sehat dan kuat,” katanya.

Saat ini, terdapat dua kelompok tani Orang Asli Papua (OAP) di wilayah Nabire Barat yang masing-masing beranggotakan belasan petani. Pemerintah distrik juga mencatat terdapat lebih dari enam kelompok tani nusantara yang berpotensi dilibatkan dalam pengembangan Gerakan Wajib Tani.

Meski memiliki potensi yang cukup besar, pengembangan pertanian di Nabire Barat masih menghadapi sejumlah tantangan. Salah satunya adalah keterbatasan ketersediaan air pada musim tanam yang berdampak terhadap produktivitas pertanian.

Osea mengatakan persoalan irigasi menjadi salah satu faktor yang menyebabkan hasil panen petani belum maksimal. Karena itu, pemerintah distrik berharap peningkatan dan perbaikan jaringan irigasi dapat terus dilakukan untuk mendukung keberlangsungan kegiatan pertanian masyarakat.

Dukungan terhadap sektor pertanian tersebut juga datang melalui rehabilitasi jaringan irigasi Bendung Kali Bumi. Balai Wilayah Sungai (BWS) Papua saat ini tengah melakukan rehabilitasi sekitar 2,8 kilometer saluran primer irigasi di Distrik Nabire Barat.

PPK Irigasi dan Rawa Wilayah I BWS Papua, Muh Syahril, menjelaskan pekerjaan tersebut dilakukan untuk meningkatkan keandalan jaringan irigasi yang selama beberapa tahun belum mendapatkan perbaikan secara menyeluruh.

Pekerjaan rehabilitasi ditargetkan mencapai 100 persen pada akhir November 2026. Namun, pengoperasian aliran air akan dilakukan secara bertahap mulai akhir Agustus 2026 agar kebutuhan air bagi petani tetap dapat dipenuhi selama proses konstruksi berlangsung.

Dengan adanya Gerakan Wajib Tani yang didukung perbaikan infrastruktur irigasi, Pemerintah Distrik Nabire Barat berharap potensi pertanian dapat dikelola secara lebih optimal sehingga mampu menciptakan sumber penghasilan baru, memperkuat ketahanan pangan, dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat secara berkelanjutan.

You Might Also Like

Task Force Operation Peace Cartenz Receives 2,500 Packages of Bags and Stationery for Papuan Children

Satgas Operasi Damai Cartenz Terima 2.500 Paket Tas dan Alat Tulis untuk Anak-anak Papua

Jayapura Community Figures Condemn Violent Actions at the Baliem Valley Cultural Festival

Tokoh Masyarakat Jayapura Kecam Aksi Kekerasan di Festival Budaya Lembah Baliem

Papuan Regional Police enlivens the 81st Anniversary of the Republic of Indonesia by Distributing Hundreds of Flags to Riders

TAGGED: #papua
Share This Article
Facebook Email Print
Previous Article Ketua BEM Uncen Ajak Masyarakat Hentikan Demo yang Mengganggu Stabilitas Papua
Next Article West Nabire Promotes Mandatory Farming Movement to Harness Agricultural Potential and Improve Community Welfare
© {year} Suaranewspapua.com
Welcome Back!

Sign in to your account

Lost your password?