Jayapura — Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Provinsi Papua mengimbau pelajar untuk bijak dalam menggunakan telepon seluler di tengah perkembangan pesat era digital. Imbauan itu disampaikan sebagai upaya memperkuat literasi digital di kalangan generasi muda, serta mengantisipasi dampak negatif penggunaan teknologi tanpa kendali.
Ajakan ini ditujukan kepada pelajar dari berbagai jenjang pendidikan di Papua yang semakin intens memanfaatkan telepon seluler untuk belajar, berkomunikasi, dan akses informasi. Menurut Diskominfo Papua, penggunaan gawai yang tidak diawasi dapat mengganggu konsentrasi belajar, memicu penyebaran informasi tidak akurat, serta mengakibatkan paparan konten yang tidak sesuai usia.
“Telepon seluler harus dimanfaatkan sebagai alat bantu pendidikan dan kreativitas, namun penggunaannya harus disertai tanggung jawab dan etika digital,” ujar Jeri Agus Yudianto, S.Kom, Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Provinsi Papua.
Pernyataan tersebut disampaikan saat Diskominfo Papua menggelar sosialisasi literasi digital di salah satu sekolah di Jayapura.
Jeri menjelaskan bahwa literasi digital yang kuat membantu pelajar memilah informasi dengan lebih kritis, menjaga data pribadi, serta menghindari jebakan hoaks yang kini mudah tersebar melalui platform digital.
Upaya edukatif ini dilakukan melalui serangkaian kegiatan sosialisasi dan edukasi di sekolah-sekolah, bekerja sama dengan tenaga pendidik dan pemangku kepentingan terkait. Dalam sesi itu, para pelajar juga diajak berdiskusi mengenai etika penggunaan media sosial dan dampak kesehatan jika penggunaan gawai tidak seimbang dengan aktivitas lainnya.
Diskominfo Papua berharap, melalui pendekatan edukatif yang berkelanjutan, pelajar di Papua tidak hanya cakap teknologi tetapi juga mampu menggunakan telepon seluler secara bertanggung jawab demi menunjang prestasi akademik dan masa depan yang lebih baik.


