By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
Suara News PapuaSuara News PapuaSuara News Papua
Reading: Dialog dan Kebijakan Berbasis Data Dinilai Kunci Penyelesaian Persoalan Papua
Share
Notification Show More
Font ResizerAa
Suara News PapuaSuara News Papua
Font ResizerAa
Have an existing account? Sign In
Follow US
© 2022 Foxiz News Network. Ruby Design Company. All Rights Reserved.
Uncategorized

Dialog dan Kebijakan Berbasis Data Dinilai Kunci Penyelesaian Persoalan Papua

SuaraNews Papua
Last updated: 25 Juli 2026 14:15
SuaraNews Papua 4 minggu ago
Share
SHARE

Jakarta – Penyelesaian berbagai persoalan di Tanah Papua perlu dilakukan melalui pendekatan yang komprehensif dengan mengedepankan dialog, kebijakan berbasis data, serta pembangunan yang disesuaikan dengan karakteristik masyarakat setempat, kata akademisi Universitas Muhammadiyah Indonesia Rasminto dalam diskusi publik bertajuk “Papua dalam Problematika Pembangunan Nasional” di Jakarta.

Menurut Rasminto, Papua merupakan wilayah yang memiliki kompleksitas pembangunan yang tinggi, mencakup aspek geografis, keragaman budaya, kualitas sumber daya manusia, tata kelola pemerintahan, pelayanan publik, hingga dinamika keamanan. Karena itu, penyelesaian persoalan di Papua tidak dapat dilakukan hanya melalui satu pendekatan, melainkan harus mempertimbangkan berbagai faktor yang saling berkaitan.

Ia menilai keberhasilan pembangunan di Papua tidak ditentukan oleh kuatnya perdebatan politik, melainkan oleh kemampuan menghadirkan kebijakan yang berbasis data, sensitif terhadap kebutuhan masyarakat, dan konsisten dalam implementasinya di lapangan. Kebijakan yang lahir tanpa memahami akar persoalan berpotensi tidak memberikan dampak yang optimal bagi masyarakat.

Rasminto juga mengapresiasi komitmen pemerintah yang terus menempatkan Papua sebagai salah satu prioritas pembangunan nasional melalui pembangunan infrastruktur, penguatan layanan pendidikan dan kesehatan, pemberdayaan ekonomi masyarakat, serta pelaksanaan berbagai Proyek Strategis Nasional (PSN). Menurut dia, arah kebijakan tersebut telah berada pada jalur yang tepat karena berorientasi mengurangi kesenjangan pembangunan antara Papua dan daerah lain di Indonesia.

Namun demikian, ia menekankan bahwa keberhasilan pembangunan harus diukur dari manfaat nyata yang dirasakan masyarakat. Besarnya anggaran pembangunan, termasuk Dana Otonomi Khusus, perlu diimbangi dengan tata kelola, pengawasan, dan implementasi program yang efektif agar mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat secara berkelanjutan.

Lebih lanjut, Rasminto mengatakan Papua memiliki ratusan kelompok etnis, bahasa daerah, dan wilayah adat yang menuntut pendekatan pembangunan yang adaptif. Kebijakan yang berhasil diterapkan di suatu wilayah belum tentu efektif di wilayah lain, sehingga pemerintah perlu memperkuat perencanaan yang mempertimbangkan kondisi sosial, budaya, dan kebutuhan riil masyarakat setempat.

Pandangan tersebut sejalan dengan berbagai dorongan dari sejumlah pihak yang mengedepankan dialog sebagai bagian penting dalam penyelesaian konflik dan pembangunan Papua. Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM), misalnya, mendorong dialog kemanusiaan yang melibatkan pemerintah, tokoh agama, masyarakat adat, dan masyarakat sipil guna membangun kepercayaan serta menciptakan kondisi yang kondusif bagi perlindungan masyarakat.

Dengan pendekatan yang inklusif, berbasis data, dan berorientasi pada kebutuhan masyarakat, pembangunan Papua diharapkan tidak hanya menghasilkan kemajuan secara fisik, tetapi juga memperkuat kesejahteraan, stabilitas, dan kepercayaan masyarakat terhadap proses pembangunan yang berlangsung.

You Might Also Like

Resident Victim of Severe Assault in Dekai; Operation Damai Cartenz Police Task Force Pursues Perpetrator

Warga Jadi Korban Penganiayaan Berat di Dekai, Satgas Kepolisian Operasi Damai Cartenz Kejar Pelaku

Youth Forum Urges Papuan Youth to Create and Contribute to the Region

Forum Pemuda Ajak Generasi Muda Papua Berkarya dan Berkontribusi bagi Daerah

Tabi Customary Leader Proposes Dialogue as Solution to Papua Conflict

Share This Article
Facebook Email Print
Previous Article Dialogic Patrol of the Task Force Operation Peace Cartenz in Oksibil Strengthens Closeness to the Community and Keeps the Situation Conducive
Next Article Dialogue and Data-Based Policies Considered Key to Resolving Papua’s Issues
© {year} Suaranewspapua.com
Welcome Back!

Sign in to your account

Lost your password?