Jayapura — Pemerintah Kota (Pemkot) Jayapura mengimbau seluruh masyarakat untuk meningkatkan kesadaran dalam menjaga kebersihan lingkungan, khususnya dengan tidak membuang sampah sembarangan yang dapat memicu terjadinya banjir, terutama saat musim hujan.
Wali Kota Jayapura, Abisai Rollo, menegaskan bahwa kebiasaan membuang sampah sembarangan memiliki dampak langsung terhadap kondisi lingkungan, termasuk memperbesar risiko banjir di sejumlah wilayah rawan.
“Sehingga kami ingatkan agar masyarakat lebih sadar untuk membuang sampah pada tempatnya,” ujarnya di Jayapura, Senin.
Menurutnya, kondisi geografis Kota Jayapura yang terdiri dari wilayah pegunungan dan lembah menjadikan daerah ini cukup rentan terhadap bencana banjir, terlebih saat curah hujan tinggi. Air yang mengalir dari wilayah perbukitan kerap menumpuk di kawasan dataran rendah yang menjadi lokasi permukiman warga.
Salah satu wilayah yang dinilai rawan terdampak banjir adalah kawasan Dok IX di Distrik Jayapura Utara, yang posisinya relatif rendah dan mudah tergenang air, apalagi saat terjadi pasang air laut yang memperparah kondisi genangan.
Selain persoalan sampah, Pemkot Jayapura juga menyoroti aktivitas penebangan hutan serta penggalian tanah di wilayah pegunungan untuk kegiatan pendulangan emas. Aktivitas tersebut dinilai dapat merusak lingkungan dan meningkatkan risiko terjadinya banjir serta tanah longsor.
Pemerintah berharap adanya kesadaran kolektif dari masyarakat untuk menjaga lingkungan, tidak hanya melalui pengelolaan sampah yang baik, tetapi juga dengan menjaga kelestarian alam di wilayah hulu.
Dengan langkah tersebut, diharapkan potensi bencana dapat diminimalisir dan kualitas lingkungan di Kota Jayapura tetap terjaga demi kenyamanan dan keselamatan bersama.


