By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
Suara News PapuaSuara News PapuaSuara News Papua
Reading: Kapolda Papua Tengah Dorong Pengembangan Layanan Gizi untuk Ibu dan Balita di Nabire
Share
Notification Show More
Font ResizerAa
Suara News PapuaSuara News Papua
Font ResizerAa
Have an existing account? Sign In
Follow US
© 2022 Foxiz News Network. Ruby Design Company. All Rights Reserved.
Berita UtamaImbauan

Kapolda Papua Tengah Dorong Pengembangan Layanan Gizi untuk Ibu dan Balita di Nabire

SuaraNews Papua
Last updated: 18 Maret 2026 13:16
SuaraNews Papua 5 bulan ago
Share
SHARE

NABIRE – Kapolda Papua Tengah, Irjen Pol Jermias Rontini mengimbau Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Kabupaten Nabire untuk memperluas program pemenuhan gizi dengan menyasar ibu hamil, ibu menyusui, dan anak balita. Imbauan ini disampaikan saat kunjungannya ke Dapur SPPG 003 Siriwini, Nabire, pada Senin.

Polda Papua Tengah terus memberikan perhatian terhadap pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Papua Tengah, khususnya di Kabupaten Nabire. Kapolda Rontini menekankan pentingnya pendataan calon penerima manfaat dari kelompok 3B agar dapat dimasukkan dalam program pelayanan gizi tersebut.

Ia juga mengingatkan pengelola SPPG untuk menjaga kebersihan dapur dan memastikan operasional sesuai standar Badan Gizi Nasional (BGN). “Mekanisme penyaluran serta bangunan setiap SPPG harus sesuai dengan standar dari BGN,” ujarnya.

Saat ini, Dapur SPPG 003 Siriwini melayani sekitar 2.000 penerima manfaat, mayoritas siswa sekolah. Oleh karena itu, standar operasional yang baik sangat diperlukan untuk memastikan dampak maksimal bagi para penerima manfaat sekaligus meningkatkan kualitas gizi masyarakat.

Kunjungan Kapolda Jermias Rontini juga bertujuan untuk meninjau kondisi SPPG setelah adanya laporan dugaan keracunan makanan di Nabire. Koordinator Wilayah BGN Papua Tengah, Marsel Asyerem, mengungkapkan bahwa terdapat sejumlah laporan gejala diare, muntah, dan pusing yang dialami beberapa orang setelah mengonsumsi makanan dari program MBG.

Laporan sementara menunjukkan 23 orang mengalami gejala tersebut, sebagian besar adalah anggota keluarga penerima manfaat. Makanan basah MBG seharusnya dikonsumsi langsung di sekolah dan dilarang dibawa pulang karena berpotensi menurun kualitasnya.

Saat ini, mereka mendapatkan perawatan di sejumlah fasilitas kesehatan di Nabire. Beberapa di antaranya didiagnosis dengan penyakit tifus oleh klinik setempat.

You Might Also Like

Pemerintah Didorong Percepat Pemulihan Pascakonflik di Jayawijaya

Task Force Operation Peace Cartenz Receives 2,500 Packages of Bags and Stationery for Papuan Children

Satgas Operasi Damai Cartenz Terima 2.500 Paket Tas dan Alat Tulis untuk Anak-anak Papua

Jayapura Community Figures Condemn Violent Actions at the Baliem Valley Cultural Festival

Tokoh Masyarakat Jayapura Kecam Aksi Kekerasan di Festival Budaya Lembah Baliem

TAGGED: Papua
Share This Article
Facebook Email Print
Previous Article Celebrate Danantara Pertamina’s One Year of Sharing in Papua
Next Article Central Papua Police Chief Encourages Development of Nutrition Services for Mothers and Toddlers in Nabire
© {year} Suaranewspapua.com
Welcome Back!

Sign in to your account

Lost your password?