By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
Suara News PapuaSuara News PapuaSuara News Papua
Reading: Marah pada Api, Lupa pada Pemburu: Seruan Hormes untuk Menyelamatkan Cenderawasih di Tanah Papua
Share
Notification Show More
Font ResizerAa
Suara News PapuaSuara News Papua
Font ResizerAa
Have an existing account? Sign In
Follow US
© 2022 Foxiz News Network. Ruby Design Company. All Rights Reserved.
Berita Utama

Marah pada Api, Lupa pada Pemburu: Seruan Hormes untuk Menyelamatkan Cenderawasih di Tanah Papua

SuaraNews Papua
Last updated: 1 November 2025 00:35
SuaraNews Papua 10 bulan ago
Share
SHARE

“Pemuda Papua Hormes: Jangan Jaga yang Mati, Lindungi yang Masih Terbang”

Jayapura — Pemusnahan sejumlah mahkota dan opsetan burung Cenderawasih oleh Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA) Papua menuai beragam reaksi masyarakat. Namun di tengah perdebatan itu, seorang anak muda Papua, Hormes, justru mengingatkan publik agar tidak hanya marah pada tindakan pemusnahan benda mati, tetapi juga pada pembunuhan Cenderawasih hidup di hutan-hutan Papua.

Dalam video yang diunggah di media sosial, Hormes, seorang fotografer dan videografer alam asal Papua menegaskan bahwa fokus utama seharusnya adalah menjaga burung Cenderawasih yang masih hidup, bukan menyesali pembakaran opsetan yang sudah mati.

“Yang lebih menyayat hati itu ketika Cenderawasih ditembak mati di hutan, dijerat, dibawa dan diperdagangkan. Itu awal penderitaannya,” kata Hormes.

Ia menuturkan, hampir setiap pagi dirinya masuk ke hutan untuk memantau kondisi Cenderawasih di habitat aslinya. Aktivitas itu telah menjadi rutinitas pribadi sebagai bentuk kepedulian terhadap kelestarian satwa endemik yang dijuluki “burung surga” tersebut.

Hormes juga menegaskan bahwa tanggung jawab melindungi Cenderawasih tidak hanya berada di pundak pemerintah atau lembaga konservasi, melainkan juga seluruh masyarakat Papua.

“Menjaga Cenderawasih bukan hanya tanggung jawab BBKSDA. Itu tanggung jawab kita semua, anak-anak Papua. Kita harus jaga yang masih hidup, bukan yang sudah mati,” ujarnya.

Menurut Hormes, banyak masyarakat yang masih menggunakan bulu atau tubuh Cenderawasih sebagai bagian dari atribut budaya, seperti mahkota atau hiasan kepala. Ia mengajak agar kebanggaan budaya itu tidak dijadikan alasan untuk membiarkan pembunuhan satwa dilindungi terus terjadi.

“Jangan kita bungkus pembunuhan Cenderawasih dengan alasan budaya. Kita bisa tetap menjaga budaya tanpa harus mengorbankan kehidupan burung surga ini,” katanya menegaskan.

Hormes juga menyinggung pandangan beberapa tokoh publik Papua yang, menurutnya, terlalu menyoroti aspek budaya tanpa membahas kekayaan ekologi dan keanekaragaman hayati Papua. Ia berharap para pemimpin dan tokoh masyarakat turut bersuara lantang dalam upaya perlindungan satwa langka.

Sebagai penutup, Hormes menyerukan agar masyarakat Papua berhenti memperdebatkan pemusnahan benda mati dan mulai fokus melindungi kehidupan di alam.

“Kita marah karena Cenderawasih mati dibakar, tapi diam ketika Cenderawasih hidup diburuh. Mari kita jaga yang masih terbang di hutan sana,” tutupnya dengan penuh haru.

You Might Also Like

Satgas Kepolisian Operasi Damai Cartenz Respons Gangguan Tembakan di Polsek Asologaima, Situasi Kembali Aman

Putri Papua Dipercaya Membawa Baki pada Upacara Penurunan Bendera HUT ke-81 RI di Istana Merdeka

Pemprov Papua Tengah Perluas Perlindungan Kesehatan, 50 Ribu Warga Terdaftar JKN

Pemerintah Didorong Percepat Pemulihan Pascakonflik di Jayawijaya

Task Force Operation Peace Cartenz Receives 2,500 Packages of Bags and Stationery for Papuan Children

TAGGED: Lupa pada Pemburu: Seruan Hormes untuk Menyelamatkan Cenderawasih di Tanah Papua, Marah pada Api
Share This Article
Facebook Email Print
Previous Article Two Tribal Leaders in Central Papua to Hold a Major Meeting Following Governor’s Policy
Next Article Dua Perempuan OAP Disiksa Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) di Nduga, Papua Pegunungan
© {year} Suaranewspapua.com
Welcome Back!

Sign in to your account

Lost your password?