By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
Suara News PapuaSuara News PapuaSuara News Papua
Reading: Bupati Jayawijaya Kutuk Keras KKB: “Angkat Kaki dari Wamena!”
Share
Notification Show More
Font ResizerAa
Suara News PapuaSuara News Papua
Font ResizerAa
Have an existing account? Sign In
Follow US
© 2022 Foxiz News Network. Ruby Design Company. All Rights Reserved.
Berita UtamaHAMHukum&KriminalImbauanKAMTIBMASPemerintahan

Bupati Jayawijaya Kutuk Keras KKB: “Angkat Kaki dari Wamena!”

SuaraNews Papua
Last updated: 31 Mei 2025 18:43
SuaraNews Papua 1 tahun ago
Share
SHARE

Wamena, 29 Mei 2025 — Insiden penembakan terhadap anggota polisi kembali mengguncang Kabupaten Jayawijaya. Seorang anggota Satlantas Polres Jayawijaya, Bripka Marsidon Debataraja, menjadi korban dalam serangan bersenjata yang terjadi di depan RSUD Wamena, Rabu malam (28/5). Aksi tersebut diduga dilakukan oleh Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) pimpinan Egianus Kogoya.

Merespons kejadian itu, Bupati Jayawijaya Atenius Murib mengeluarkan pernyataan tegas. Dalam konferensi pers usai rapat darurat bersama unsur Forkopimda, Kamis (29/5), ia mengutuk keras tindakan brutal tersebut dan memberikan ultimatum kepada KKB agar segera meninggalkan Wamena.

“Ini adalah peringatan terakhir. Tidak ada tempat untuk kejahatan di Wamena. Kalau Anda ada di sini, segera angkat kaki,” tegas Atenius Murib.

Rapat darurat digelar di Kantor Bupati Jayawijaya dan dihadiri unsur Pemerintah Provinsi Papua Pegunungan, tokoh masyarakat, tokoh adat, aparat keamanan, serta lembaga sipil. Forum tersebut sepakat memperkuat koordinasi untuk menjaga stabilitas keamanan di wilayah pegunungan.

Bupati Atenius juga memastikan bahwa kondisi keamanan sudah kembali kondusif. Ia mengimbau masyarakat agar tetap tenang dan melanjutkan aktivitas sehari-hari seperti biasa.

“Kejadian di RSUD Wamena sangat kami sesalkan, namun saat ini situasi telah aman dan terkendali. Masyarakat bisa kembali beraktivitas seperti biasa,” ujarnya.

Lebih lanjut, Atenius menegaskan bahwa Wamena merupakan pusat pendidikan, layanan kesehatan, dan pembangunan masyarakat di wilayah pegunungan Papua. Ia menolak keras citra Wamena sebagai kota konflik dan menyatakan tekad untuk melindungi warganya dari gangguan bersenjata.

“Wamena adalah kota kehidupan, bukan kota kekacauan. Tempat orang mendapatkan pendidikan, pengobatan, dan mencari penghidupan yang layak. Kami tidak akan biarkan kelompok bersenjata merusaknya,” katanya.

You Might Also Like

From Learning to Sharing a Meal, Tembagapura Police and Peace Cartenz Task Force Inspire Children to Keep Learning

Dari Ruang Belajar hingga Makan Bersama, Polsek Tembagapura dan Satgas Kepolisian Operasi Damai Cartenz Tumbuhkan Semangat Anak-Anak untuk Terus Belajar

South Papua Young Generation Encouraged to Actively Contribute to Regional Development

Generasi Muda Papua Selatan Didorong Aktif Mengisi Pembangunan

Task Force Operation Peace Cartenz 2026 Responds to Shooting Incident Near Asologaima Police Station

TAGGED: #papua, kkb, Papua
Share This Article
Facebook Email Print
Previous Article The Jayapura Regency Government Brings Health Services Closer to the Inland Community
Next Article “Jayawijaya Regent Condemns KKB: ‘Leave Wamena!’
© {year} Suaranewspapua.com
Welcome Back!

Sign in to your account

Lost your password?