Papua – Klaim Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) terhadap Orang Asli Papua (OAP) yang diduga sebagai mata-mata telah menimbulkan kecaman dan keprihatinan mendalam di kalangan tokoh-tokoh Papua. Insiden kejahatan yang terjadi di Kampung Pogapa, Distrik Homeyo, Kabupaten Intan Jaya, dengan tragisnya mengakibatkan meninggalnya seorang warga sipil, telah menggugah reaksi keras terhadap kebrutalan KKB.
Kasus serupa yang terjadi sebelumnya, di mana KKB secara kejam membunuh Kepala Kampung Modusit Timo Kasipmabin (45), dengan tuduhan menjadi mata-mata, semakin memperlihatkan betapa teror KKB tidak pandang bulu, menyasar semua pihak, termasuk warga asli Papua. Dalam tanggapannya terhadap peristiwa ini, Tokoh Pemudah Papua, Ali Kabiay menegaskan bahwa klaim KKB hanyalah dalih yang digunakan untuk melancarkan kejahatan.
“Klaim itu hanya merupakan alasan untuk melegitimasi perilaku kriminal. Sudah sejak lama KKB selalu menyerang warga sipil dan aparat keamanan, dan selalu menghubungkannya dengan tuduhan mata-mata, padahal mereka hanya menggunakan warga sipil sebagai perisai,” tegas Ali.
Ali juga mengkritisi klaim KKB yang hanya mengincar OAP sebagai mata-mata, tanpa menghiraukan profesi-profesi lain seperti tenaga kesehatan (Nakes), tukang ojek, pekerja proyek, dan kasus-kasus lain seperti pembakaran gedung sekolah, fasilitas kesehatan, dan instansi pemerintahan.
“Pernyataan mereka hanya membuat masyarakat semakin menyadari bahwa KKB hanya mencari pembenaran untuk melakukan kejahatan, sehingga mereka terus meneruskan eksistensinya. Padahal, kami sebagai OAP sudah merasakan dampak positif dari pembangunan di Papua,” tambahnya.
Beberapa warga sipil baik pendatang maupun OAP bahkan enggan beraktivitas karena takut akan gangguan dari KKB yang suka menjarah hasil kebun dan mengancam keamanan diri. Hal ini memicu pertanyaan Ali terkait nasib OAP yang mencari nafkah di tanah kelahiran mereka sendiri.


