By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
Suara News PapuaSuara News PapuaSuara News Papua
Reading: Respon Penyanderaan Pilot Susi Air, Tokoh Papua Ini Angkat Suara: Bukan Berarti Papua Langsung Merdeka
Share
Notification Show More
Font ResizerAa
Suara News PapuaSuara News Papua
Font ResizerAa
Have an existing account? Sign In
Follow US
© 2022 Foxiz News Network. Ruby Design Company. All Rights Reserved.
Imbauan

Respon Penyanderaan Pilot Susi Air, Tokoh Papua Ini Angkat Suara: Bukan Berarti Papua Langsung Merdeka

SuaraNews Papua
Last updated: 2 Maret 2023 15:03
SuaraNews Papua 3 tahun ago
Share
SHARE

JAYAPURA – Tokoh Papua, Willem Frans Ansanay yang juga merupakan Ketua Badan Musyawarah (Bamus) Papua, dan Pembina Barisan Merah Putih RI-Papua, Willem Frans Ansanay, SH,. M.Pd, angkat bicara, merespon aksi penyanderaan pilot Susi Air, Kapten Philips Mark Methrtens oleh Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) pimpinan Egianus Kogoya di Distrik Paro, Kabupaten Nduga.

Willem Frans Ansanay mengatakan, apabila pilot itu dibebaskan tidak berarti Papua langsung merdeka.

Willem menekankan, urusan soal Papua telah final, dan secara sah diakui dunia internasional menjadi bagian dari Indonesia.

“Sebagai Pembina Barisan Merah Putih RI-Papua, tentu saya juga menyoroti soal penyanderaan pilot Susi Air yang masih terus menjadi perhatian publik di Tanah Air, hingga saat ini,” kata Willem di Jayapura, Kamis, (2/3/2023).

Iya menjelaskan, terkait dengan kasus tersebut, belakangan semua melihat adanya lobi-lobi dari kelompok berseberangan yang ingin merdeka dari Indonesia.

“Persoalannya ini pilot mengantar bahan makanan, kemudian disandera dan mempertaruhkan TPN-OPM bernegosiasi dengan Pemerintah Indonesia, dan memaksa pihak ketiga atau dunia internasional untuk intervensi ke dalam. Ini merupakan sesuatu hal yang sangat keliru.,” jelasnya.

Terkait itu, Willem menegaskan kembali bahwa, persoalan kebangsaan sudah selesai, dan Papua adalah wilayah yang SAH dari NKRI.

Ia kembali menekankan bahwa, sangat jauh sekali apabila ada yang berfikir jika melakukan penyanderaan maka Papua akan merdeka.

“Sebab Dunia internasional sudah mengakui Papua bagian dari Indonesia, dan itu sudah finish atau selesai,” tutupnya.

You Might Also Like

Case Review Results: Task Force Operation Peace Cartenz and Yahukimo Police Develop Law Enforcement in the Murder Case of the Late Bripka Anumerta Fredy Lukas Awes

Jayapura Community Figures Condemn Violent Actions at the Baliem Valley Cultural Festival

Tokoh Masyarakat Jayapura Kecam Aksi Kekerasan di Festival Budaya Lembah Baliem

Personnel of Operation Peace Cartenz-2026 Equip Themselves with Health Education, Forms of Concern for Member Readiness and Welfare

Kaops Damai Cartenz-2026 Tinjau Pos Satgas Kepolisian Ops Damai Cartenz di Sinak, Perkuat Pendekatan Humanis Bersama Masyarakat

TAGGED: Respon Penyanderaan Pilot Susi Air, Tokoh Papua Ini Angkat Suara: Bukan Berarti Papua Langsung Merdeka
Share This Article
Facebook Email Print
Previous Article Pdt. MPA Mauri Himbau Untuk Berdoa Agar Pemilihan Ketua Majelis Daerah Berjalan Dengan Baik
Next Article Respon Maraknya Isu Penculikan Anak, Polda Papua: Sampai Saat Ini Tidak Ada Laporan Pengaduan Masyarakat Tentang Kasus Penculikan Anak
© {year} Suaranewspapua.com
Welcome Back!

Sign in to your account

Lost your password?