By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
Suara News PapuaSuara News PapuaSuara News Papua
Reading: Persiapan Pemungutan Suara Ulang Di Papua, Kapolda Memetakan Daerah Rawan
Share
Notification Show More
Font ResizerAa
Suara News PapuaSuara News Papua
Font ResizerAa
Have an existing account? Sign In
Follow US
© 2022 Foxiz News Network. Ruby Design Company. All Rights Reserved.
Hukum&KriminalKeamanan dan KetertibanPembangunan

Persiapan Pemungutan Suara Ulang Di Papua, Kapolda Memetakan Daerah Rawan

SuaraNews Papua
Last updated: 25 Maret 2021 10:21
SuaraNews Papua 5 tahun ago
Share
SHARE

JAYAPURA, Mahkamah Konstitusi (MK) memutuskan tiga kabupaten yang menggelar Pilkada Serentak 2020 di Provinsi Papua harus melakukan pemungutan suara ulang (PSU).

Ketiga kabupaten itu adalah Boven Digoel dan Nabire yang menyelenggarakan PSU keseluruhan, serta Yalimo yang menggelar PSU di 105 tempat pemungutan suara (TPS).

Kapolda Papua Irjen Mathius Fakhiri menyebut, tiga kabupaten tersebut sama-sama memiliki potensi gangguan keamanan. Namun, ia menyebut Nabire yang dinilai paling rawan.

“Titik rawan yang krusial di tiga titik ini sebenarnya sama, kita akan antisipasi yang khususnya paling pertama itu di Nabire, kedua Yalimo, baru Boven Digoel,” ujarnya di Jayapura, Selasa (23/3/2021).

Nabire, terang Fakhiri, menjadi daerah yang paling rawan karena potensi mobilisasi massa dari kabuparen sekitar.

Setidaknya ada tiga kabupaten terdekat, yaitu Paniai, Dogiai, dan Deiyai, yang warganya digunakan untuk masuk ke Nabire. Pada putusan MK, jumlah pemilih tetap yang ditetapkan menjadi DPT berjumlah 178.545 pemilih.

Jumlah tersebut melebihi jumlah penduduk Nabire yang berdasarkan data Kemendagri per 30 Juni 2020 tercatat 172.190 jiwa.

Hal ini berarti jumlah pemilih tetap Nabire sebanyak 103 persen dari jumlah penduduk. Terkait antisipasi gangguan keamanan, Fakhiri memastikan aparat keamanan telah menyiapkan antisipasi sejak dini.

“Dari kepolisian kita sudah lebih dulu mengambil langkah-langkah awal dengan memperkuat pengamanan di tiga kabupaten itu sehingga kita berharap sampai pelaksanaan PSU situasi keamanan kondusif,” kata dia.  

 “Kalau pasukan BKO kita sudah meminta bantuan dari Mabes Polri tiga kompi, itu ada dari Makassar dan Ambon, mereka sudah di tiga kabupaten itu sampai pelaksanaan PSU, nanti ada lagi penguatan dari Polda,” sambung Fakhiri.

 Ia pun meminta para elite politik yang memiliki kepentingan pada Pilkada di Nabire, Yalimo dan Boven Digoel, tidak memprovokasi massa untuk melakukan kecurangan. Fakhiri secara tegas mengancam siapa pun yang menghasut massa untuk mencederai pesta demokrasi ini akan ditindak.


You Might Also Like

Jayapura Community Figures Condemn Violent Actions at the Baliem Valley Cultural Festival

Tokoh Masyarakat Jayapura Kecam Aksi Kekerasan di Festival Budaya Lembah Baliem

Personnel of Operation Peace Cartenz-2026 Equip Themselves with Health Education, Forms of Concern for Member Readiness and Welfare

Tokoh Pemuda Tabi Ajak Masyarakat Jaga Kondusivitas Jelang Penyampaian Aspirasi

Patroli Humanis Satgas Damai Cartenz di Muara Puncak Jaya, Hadir Menyapa dan Berbagi Bersama Masyarakat

TAGGED: Pemungutan Suara Ulang
Share This Article
Facebook Email Print
Previous Article Sejumlah 3000 Vaksin untuk Lansia disuntikkan di Manokwari, Papua Barat
Next Article BINMAS NOKEN LAKSANAKAN BINCANG HONAI BERSAMA YAKOB, SANG PENGGERAK PEMUDA PEMUDI WAMENA
© {year} Suaranewspapua.com
Welcome Back!

Sign in to your account

Lost your password?