By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
Suara News PapuaSuara News PapuaSuara News Papua
Reading: 20 Tahun Otsus Papua dirilis Menjadi Buku
Share
Notification Show More
Font ResizerAa
Suara News PapuaSuara News Papua
Font ResizerAa
Have an existing account? Sign In
Follow US
© 2022 Foxiz News Network. Ruby Design Company. All Rights Reserved.
PemerintahanPendidikan

20 Tahun Otsus Papua dirilis Menjadi Buku

SuaraNews Papua
Last updated: 11 Maret 2021 13:16
SuaraNews Papua 5 tahun ago
Share
SHARE

Jayapura –Pencatatan implementasi Otonomi Khusus (Otsus) di Papua selama 20 Tahun silam dirilis menjadi buku yang bias dibaca public oleh Majelis Rakyat Papua (MRP)

Buku hasil Rapat Dengar Pendapat (RDP) diserahkan Ketua MRP, Timotius Murib kepada Gubernur Papua, Lukas Enembe di Kantor Gubernur Papua, Dok II Kota Jayapura, Rabu (10/3/2021).

Timotius Murib menerangkan bahwa buku tersebut memiliki tiga bagian. Namun secara keseluruhan menyimpulkan semua persoalan Papua selama bergulirnya Otsus.

“Tiga bagian itu yakni pertama hasil pelaksanaan Rapat Dengar Pendapat (RDP) Otsus Papua, kajian UU Otsus Papua dari akademisi secara ilmiah dan capaian dari Otsus selama 20 tahun,” kata Murib.

Mantan Ketua DPR Puncak Jaya itu mengharapkan, buku ini bisa memberikan pokok-pokok pikiran baru bagi masyarakat untuk pembangunan Papua kedepan lebih baik dari hari ini.

“Mudah-mudahan setelah buku ini beredar, masyarakat bisa baca dan tahu bagaimana implementasi Otsus di Papua selama ini, lalu menjadi masukan saran juga bagi Pemerintah. Apalagi saat ini Pemerintah Pusat sedang menggodok revisi UU Otsus,” tutur Murib.

Sementara itu, Gubernur Papua, Lukas Enembe memberikan apresiasi kepada MRP yang telah menyusun buku tersebut, karena buku ini dapat menjadi pegangan bagi masyarakat Papua.

“Buku ini berisi lika-liku perjalanan Otsus Papua. Keinginan masyarakat Papua mau seperti apa juga tertuang dalam buku ini. Saya harap, buku yang mencatat sejarah implementasi Otsus ini dipelajari oleh publik,” pungkasnya.

Gubernur juga menegaskan dengan adanya buku hasil RDP yang disusun MRP ini, kedepan tidak boleh lagi membangun Papua dengan rekayasa.

“Membangun Papua itu dengan hati dan harus duduk bersama Pemerintah dan masyarakat, maunya rakyat itu apa, pokoknya tidak boleh rekayasa itu saya tidak mau,” tegasnya.

You Might Also Like

Putri Papua Dipercaya Membawa Baki pada Upacara Penurunan Bendera HUT ke-81 RI di Istana Merdeka

Pemprov Papua Tengah Perluas Perlindungan Kesehatan, 50 Ribu Warga Terdaftar JKN

Pendidikan Papua Terus Diperkuat, Pemprov Papua Selatan Kembangkan Asrama bagi Pelajar Orang Asli Papua

Tokoh Adat Dorong Peningkatan Literasi dan Pendidikan untuk Perkuat Peran Masyarakat Adat dalam Pembangunan

Papua Tengah Perkuat Respons Dugaan Kasus Campak di Dogiyai Melalui Investigasi Lapangan

Share This Article
Facebook Email Print
Previous Article Gubernur Papua Barat Bertemu Wapres, bahas 7 program untuk meningkatan Kesejahteraan Masyarakat
Next Article Bea cukai dan Polri Bersinergi amankan Perbatasan Papua
© {year} Suaranewspapua.com
Welcome Back!

Sign in to your account

Lost your password?