Jayapura – Gerakan Literasi Tuuwone hadir sebagai ruang intelektual generasi muda Puncak Jaya dalam mendorong pembangunan sumber daya manusia (SDM) Papua melalui budaya membaca, menulis, dan diskusi kritis.
Gerakan yang dideklarasikan di Asrama Kinaonak, Jayapura, pada 26 Oktober 2023 itu lahir dari kepedulian mahasiswa dan pemuda Puncak Jaya terhadap tantangan pendidikan, rendahnya budaya literasi, serta minimnya ruang intelektual di kalangan generasi muda Papua.
Literasi Tuuwone dibangun sebagai wadah pembelajaran alternatif yang bertujuan meningkatkan kualitas SDM melalui pendidikan dan penguatan kesadaran sosial masyarakat.
“Pembangunan Papua tidak cukup hanya mengandalkan sumber daya alam, tetapi juga harus dimulai dari pembangunan manusia yang memiliki pengetahuan, karakter, dan tanggung jawab sosial,” tulis Otty Telenggen dalam artikelnya.
Gerakan tersebut juga mendorong lahirnya generasi muda Papua yang kritis, berpendidikan, dan mampu menghadapi perkembangan zaman tanpa meninggalkan nilai budaya serta identitas lokal.
Dalam perjalanannya, Literasi Tuuwone aktif menggelar seminar, diskusi, pelatihan menulis, dan kegiatan membaca bersama sebagai bagian dari upaya membangun ruang dialektika intelektual bagi mahasiswa dan pelajar Papua, khususnya dari Kabupaten Puncak Jaya.
Sejumlah tokoh Papua turut hadir dalam deklarasi gerakan tersebut dan memberikan dukungan terhadap penguatan pendidikan serta pembangunan SDM sebagai fondasi masa depan Papua yang lebih maju.


