Nabire — Pemerintah Provinsi Papua Tengah menetapkan komoditas kopi dan kakao sebagai sektor unggulan dalam strategi penguatan ekonomi daerah. Kebijakan tersebut ditempuh sebagai bagian dari upaya mendorong pertumbuhan ekonomi berbasis potensi lokal sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
Gubernur Papua Tengah menyampaikan bahwa wilayah pegunungan di sejumlah kabupaten memiliki potensi kopi berkualitas, sementara kawasan dataran rendah dan pesisir dinilai cocok untuk pengembangan kakao. Potensi tersebut, menurutnya, perlu dikelola secara sistematis melalui peningkatan produktivitas dan kualitas hasil panen.
Sejumlah program telah disiapkan, antara lain penyediaan bibit unggul, pelatihan teknik budidaya, serta pendampingan proses pascapanen.
Pemerintah juga mendorong penguatan kelembagaan kelompok tani guna memastikan keberlanjutan produksi dan stabilitas harga di tingkat petani.
Selain sektor hulu, Pemprov Papua Tengah turut menekankan pentingnya hilirisasi produk. Pengolahan kopi dan kakao menjadi produk bernilai tambah dinilai mampu memperluas akses pasar, baik di tingkat regional maupun nasional. Upaya ini sekaligus menjadi bagian dari strategi diversifikasi ekonomi daerah agar tidak bergantung pada satu sektor utama.
Melalui sinergi dengan pelaku usaha, lembaga keuangan, dan pemangku kepentingan lainnya, pemerintah daerah optimistis kopi dan kakao dapat menjadi motor penggerak ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan di Papua Tengah.


