By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
Suara News PapuaSuara News PapuaSuara News Papua
Reading: Komisi V DPR Papua, membidangi Kesehatan Temukan Masalah Kesehatan Saat Reses di Dua Kabupaten
Share
Notification Show More
Font ResizerAa
Suara News PapuaSuara News Papua
Font ResizerAa
Have an existing account? Sign In
Follow US
© 2022 Foxiz News Network. Ruby Design Company. All Rights Reserved.
kesehatanPelayanan

Komisi V DPR Papua, membidangi Kesehatan Temukan Masalah Kesehatan Saat Reses di Dua Kabupaten

SuaraNews Papua
Last updated: 13 Agustus 2020 07:45
SuaraNews Papua 6 tahun ago
Share
SHARE

Suaranewspapua.com- JAYAPURA- Anggota Komisi V DPR Papua, yang membidangi Kesehatan, Namantus Gwijangge mengatakan, saat pihaknya turun melakukan reses baru-baru ini ke Kabupaten Jayapura dan Kabupeten Keerom menemukan banyak masalah di dua kabupeten tersebut. Terutama dalam konteks penanganan covid di Provinsi Papua

Pasalnya kata Namantus, keluhan yang kami dapat itu bukan dari masyarakat,  melainkan dari para tenaga kesehatan yang merupakan garda terdepan dalam mengurus pasien covid di Kabupaten Jayapura juga Keerom.

“Memang ada sebagian yang sudah dapat hak insentif, tetapi masih ada juga yang belum dibayar insetifnya,”ungkapnya kepada wartawan, Rabu (12/8).

Ditegaskannya, ini yang menjadi pertanyaan bagi kami. Selama ini dana covid itu dikemanakan, sampai-sampai insetif dari para tenaga medis kenapa belum dibayar.

Sementara disisi lain, lanjut Namantus, masyarakat juga mengeluh soal penyebaran dan penjualan minuman keras (Miras), yang hari ini sangat meresahkan masyarakat.

Menurut Politisi Partai Perindo ini, meskipun Miras ini termasuk pemasok PAD terbesar,  namun dapat merusak masa depan orang banyak terutama generasi Papua.

Oleh karena itu legislator Papua ini minta pemerintah untuk mencabut ijin peredaran miras di Tanah Papua

“Ijin ini harus dicabut saja, karena tidak ada untungnya malah menghancurkan masa depan. Masih ada usaha lain yang bisa kita kelolah dengan baik yang juga bisa menunjang perekonomian, dari pada miras yang mengorbankan banyak nyawa,”tandas Namantus Gwijangge.

Ketika disingung soal pendidikan, Namantus mengatakan, pendidikan dalam konteks covid-19, ternyata banyak orang tua murid yang mengeluh tentang mekanisme tata cara pendidikan di era covid-19 ini.

“Jadi para orang tua murid meminta ada pemberlakuan khusus soal pendidikan di Papua dalam masa covid-19 ini,”jelasnya.

Menurut Namantus Gwijangge, penyakit pendemi Covid-19 ini tidak terlalu mengancam keberlangsungan hidup masyakat. 

Apalagi tambahnya, jika dilihat persentasi penyembuhan saat ini jauh lebih besar dari angka kematian.

“Jadi kami sarankan dalam penanganan covid ini jangan terlalu berlebihan. Sebab masih banyak kebutuhan yang harus diutamakan. Lebih baik anggarannya digunakan untuk membangun kebutuhan yang lebih penting,”tekannya.

You Might Also Like

Pemprov Papua Tengah Perluas Perlindungan Kesehatan, 50 Ribu Warga Terdaftar JKN

Patroli Humanis Satgas Damai Cartenz di Muara Puncak Jaya, Hadir Menyapa dan Berbagi Bersama Masyarakat

Papua Tengah Perkuat Respons Dugaan Kasus Campak di Dogiyai Melalui Investigasi Lapangan

Patroli Humanis Satgas Ops Damai Cartenz-2026 Perkuat Rasa Aman dan Kepercayaan Masyarakat di Lanny Jaya

Peringati Hari Bhayangkara ke-80, Polres Nabire Wujudkan Rumah Layak Huni bagi Warga Kurang Mampu

TAGGED: Komisi V DPR Papua, membidangi Kesehatan Temukan Masalah Kesehatan Saat Reses di Dua Kabupaten
Share This Article
Facebook Email Print
Previous Article Kepala DLH Merauke Pimpin Langsung Bersihkan Puluhan Ton Sampah Liar
Next Article Jelang HUT Republik Indonesia ke-75, Binmas Noken Polri Dan Polres Puncak Jaya Bagikan Bendera Merah Putih Kepada Masyarakat 2 Kampung di Kota Mulia
© {year} Suaranewspapua.com
Welcome Back!

Sign in to your account

Lost your password?