Jakarta – Menteri Koordinator Bidang Politik dan Keamanan (Menko Polkam) Djamari Chaniago menegaskan kehadiran TNI dan Polri di Papua bertujuan memberikan perlindungan kepada masyarakat.
Menurut dia, langkah pengamanan yang dilakukan aparat difokuskan untuk menciptakan rasa aman dan mencegah bertambahnya korban sipil. Hal ini ia sampaikan menanggapi persoalan di Papua yang terus terjadi belakangan ini hingga menelan korban jiwa.
“Apa yang dilakukan oleh Polri dan TNI di Papua itu adalah memberikan perlindungan kepada masyarakat kita di situ,” kata Djamari di Kantor Kemenko Polkam, Jakarta, Rabu (5/8/2026).
Djamari mengatakan, pemerintah terus memantau perkembangan situasi keamanan di Papua, termasuk menyusul insiden yang terjadi di Kabupaten Yahukimo.
Menurut dia, Panglima TNI telah mengambil langkah-langkah untuk mencegah bertambahnya korban dalam peristiwa tersebut.
“Bahwa terjadi hal-hal kemarin seperti di Yahukimo, itu juga Panglima TNI sudah melakukan langkah-langkah yang tepat supaya tidak bertambah lagi korban-korban itu,” ujarnya.
Ia menegaskan, pemerintah tidak mengubah pola penanganan keamanan di Papua. Namun, TNI dan Polri terus meningkatkan langkah-langkah pengamanan agar masyarakat dapat menjalankan aktivitas dengan aman.
“Tidak ada perubahan pola, tapi peningkatan pola-pola yang sedang berlaku, itu dilakukan oleh Panglima TNI dan Kapolri untuk memberikan ketenteraman di masyarakat. Upaya itu tetap akan dilakukan,” ucap Djamari.
Lebih lanjut, ia menegaskan pemerintah tidak menginginkan adanya korban dari kalangan masyarakat sipil dalam setiap upaya menjaga keamanan di Papua.
Menurut dia, perhatian pemerintah terhadap Papua dilakukan secara serius, termasuk melalui koordinasi antara TNI dan Polri dalam menjaga situasi keamanan di wilayah tersebut.
“Kita bersungguh-sungguh untuk itu. Kita tidak mau ada korban masyarakat sipil. Bukan hanya masyarakat Papua, orang asli Papua sendiri juga ada yang menjadi korban,” tandasnya.


