Nabire – Seorang guru senior di Papua Tengah, Isayas Tigi, menyambut hadirnya program sekolah gratis yang diterapkan Pemerintah Provinsi Papua Tengah. Setelah mengabdi selama 32 tahun di dunia pendidikan, ia mengaku harapannya untuk melihat seluruh anak Papua memperoleh akses pendidikan tanpa terkendala biaya akhirnya mulai terwujud.
Isayas menilai kebijakan pendidikan gratis menjadi langkah strategis dalam meningkatkan partisipasi sekolah sekaligus mengurangi angka putus sekolah, khususnya di wilayah pedalaman Papua Tengah. Selama bertahun-tahun, banyak siswa menghadapi keterbatasan ekonomi yang menghambat mereka untuk melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi.
Pemerintah Provinsi Papua Tengah terus memperluas cakupan program pendidikan gratis sebagai bagian dari pembangunan sumber daya manusia. Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Papua Tengah sebelumnya menyatakan program tersebut menjangkau puluhan ribu pelajar SMP, SMA, SMK, dan SLB di delapan kabupaten, dengan pembiayaan yang bersumber dari anggaran pemerintah daerah melalui program pendidikan gratis dan Bantuan Operasional Sekolah Daerah (Bosda).
Gubernur Papua Tengah Meki Nawipa menegaskan bahwa kebijakan pendidikan gratis merupakan komitmen pemerintah daerah untuk memastikan setiap anak Papua Tengah memperoleh kesempatan yang sama dalam mengenyam pendidikan. Pemerintah juga mengalokasikan anggaran guna mendukung kebutuhan pendidikan siswa, termasuk bagi peserta didik yang tinggal di asrama sekolah.
Program tersebut mendapat apresiasi dari berbagai kalangan karena dinilai mampu membuka akses pendidikan yang lebih luas bagi generasi muda Papua. Kehadiran sekolah gratis diharapkan menjadi fondasi dalam menciptakan sumber daya manusia yang unggul dan berdaya saing di masa depan, sekaligus menjawab harapan para pendidik yang selama puluhan tahun mengabdikan diri untuk kemajuan pendidikan di Tanah Papua.


