Wamena– Pemerintah Provinsi Papua Pegunungan terus memperkuat pemberdayaan ekonomi masyarakat melalui penyelenggaraan Festival Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) Tahun 2026. Kegiatan ini menjadi sarana untuk memperluas akses pasar bagi produk-produk unggulan Orang Asli Papua (OAP), sekaligus meningkatkan nilai tambah hasil usaha masyarakat di wilayah pegunungan.
Festival yang digelar pada 9–10 Juli 2026 di Kabupaten Jayawijaya tersebut diikuti oleh 52 pelaku UMKM yang menampilkan beragam produk unggulan, mulai dari hasil kerajinan tangan, noken, kopi, kuliner khas, hingga produk olahan berbasis potensi lokal. Melalui kegiatan ini, para pelaku usaha memperoleh kesempatan untuk mempromosikan produknya kepada masyarakat, calon investor, maupun mitra usaha.
Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Provinsi Papua Pegunungan, Suryani Yigibalom,mengatakan Festival UMKM merupakan upaya nyata pemerintah daerah dalam membuka akses pemasaran yang lebih luas bagi pelaku usaha Orang Asli Papua sehingga mampu meningkatkan pendapatan sekaligus mendorong pengembangan produk unggulan daerah.
“Kami memberikan kesempatan kepada pelaku UMKM Orang Asli Papua yang mengambil bagian dalam Festival UMKM 2026 di Jayawijaya. Kami berharap dukungan ini membawa perubahan terhadap peningkatan ekonomi mereka. Festival ini juga menjadi wadah kolaborasi dan inovasi untuk memperkuat UMKM, memperluas pasar, serta menarik investor ke Papua Pegunungan menuju masyarakat yang lebih sejahtera,” ujar Suryani.
Menurutnya, penguatan sektor UMKM tidak hanya berorientasi pada promosi produk, tetapi juga menjadi bagian dari strategi pembangunan ekonomi daerah melalui sinergi antara pemerintah, pelaku usaha, investor, serta masyarakat. Kolaborasi tersebut diharapkan mampu mendorong hilirisasi produk unggulan sehingga memiliki daya saing dan mampu menjangkau pasar yang lebih luas.
Pemerintah Provinsi Papua Pegunungan juga menargetkan Festival UMKM dapat menjadi agenda tahunan dengan melibatkan seluruh pelaku usaha dari delapan kabupaten di Papua Pegunungan. Langkah tersebut diharapkan semakin memperkuat pertumbuhan ekonomi daerah, membuka peluang investasi, serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui pengembangan UMKM berbasis potensi lokal.


