By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
Suara News PapuaSuara News PapuaSuara News Papua
Reading: Dedi Mulyadi: Pembangunan Papua mesti berbasis budaya dan kearifan lokal
Share
Notification Show More
Font ResizerAa
Suara News PapuaSuara News Papua
Font ResizerAa
Have an existing account? Sign In
Follow US
© 2022 Foxiz News Network. Ruby Design Company. All Rights Reserved.
Berita UtamaHeadline NewsHukum&KriminalImbauanKAMTIBMASKeamanan dan KetertibanKeberhasilan

Dedi Mulyadi: Pembangunan Papua mesti berbasis budaya dan kearifan lokal

SuaraNews Papua
Last updated: 31 Mei 2026 12:25
SuaraNews Papua 3 bulan ago
Share
SHARE

Jayapura – Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi menekankan pentingnya pembangunan Papua yang berbasis budaya, alam, dan kearifan lokal masyarakat adat.
Pernyataan itu disampaikan Dedi Mulyadi saat menghadiri Konferensi Analisis Papua Strategis (APS) III 2026 di Kota Jayapura, Papua, Jumat (29/5/2026).

Dalam konferensi bertajuk “Inovasi Pembangunan Papua Berbasis Etnosains: Analisis Komprehensif atas Wacana, Aktor, dan Masa Depan Pembangunan Papua dalam Kerangka Kearifan Lokal” itu, Dedi Mulyadi hadir bersama lima bupati dan satu wali kota dari Jawa Barat.

Dalam pemaparannya, Dedi menegaskan pembangunan di Papua tidak bisa menghilangkan identitas orang asli Papua maupun merusak hubungan harmonis antara manusia dan alam.

“Papua adalah surga terakhir Indonesia. Jangan sampai pembangunan justru membuat orang Papua menjadi asing di tanahnya sendiri,” kata Dedi Mulyadi.

Ia mengatakan, desain pembangunan di Papua perlu mempertahankan ciri khas arsitektur lokal, penggunaan material alam, serta memperkuat ekonomi masyarakat adat agar tidak kalah bersaing di tengah arus investasi modern.

Menurutnya, pendekatan pembangunan berbasis budaya menjadi penting, agar kemajuan ekonomi tidak meminggirkan masyarakat adat Papua sebagai pemilik tanah dan ruang hidup.

Usai menghadiri konferensi, Dedi Mulyadi berkeliling membeli oleh-oleh khas Papua di stan mama-mama Papua dan lapak anak muda Papua di kawasan Papua Youth Kreatif, Abepura, Distrik Abepura, Kota Jayapura, tempat berlangsungnya konferensi.

Ia membeli sejumlah produk kerajinan khas Papua seperti noken, patung ukiran, tifa, buku, kain batik Papua, hingga dompet kulit kayu.

Kunjungan Dedi ke stan UMKM Papua disambut antusias para penjual. Salah seorang penjual aksesoris Papua, Mama Tresya Ramela, mengaku senang karena produknya diperhatikan dan dibeli.

“Kami sangat berterima kasih karena sudah mampir. Meskipun kami tidak meletakkan di atas meja, tapi dia bisa melihat. Terima kasih banyak karena sudah beli kami punya aksesoris,” ujar Tresya.

Ia berharap usaha mama-mama Papua terus mendapat perhatian sehingga produk kerajinan lokal bisa semakin dikenal dan laku terjual.

Bendahara Yayasan Onomi Inspire Papua Global Foundation, Andriana Agavitas Pincesiam, juga menyampaikan penghargaan atas kunjungan Dedi Mulyadi ke stan UMKM binaan yayasan mereka.

Menurut Andriana, yayasan tersebut membina sedikitnya delapan pelaku UMKM Papua yang memproduksi ukiran khas, tifa, kain batik Papua, dan berbagai kerajinan lokal lainnya.

“Kami sangat senang karena Bapak sudah beli kami punya produk-produk,” ujarnya.

Ia berharap ke depan panitia dapat menyediakan waktu khusus agar tamu dapat melihat produk UMKM Papua secara lebih menyeluruh tanpa harus berdesakan dengan pendamping pendamping.

“Kadang yang terlihat hanya produk berukuran besar saja, sementara produk kecil tidak sempat dilihat karena banyak orang yang ikut mengelilinginya,” katanya.

You Might Also Like

Task Force Operation Peace Cartenz Receives 2,500 Packages of Bags and Stationery for Papuan Children

Satgas Operasi Damai Cartenz Terima 2.500 Paket Tas dan Alat Tulis untuk Anak-anak Papua

Jayapura Community Figures Condemn Violent Actions at the Baliem Valley Cultural Festival

Tokoh Masyarakat Jayapura Kecam Aksi Kekerasan di Festival Budaya Lembah Baliem

Papuan Regional Police enlivens the 81st Anniversary of the Republic of Indonesia by Distributing Hundreds of Flags to Riders

TAGGED: #papua, HUMANIS, KAMTIBMAS, keberhasilan, opsdamaicartenz, Papua
Share This Article
Facebook Email Print
Previous Article Adi Mambrasar Praises the Carstensz Peace Task Force’s Role: Humanistic in Service, Firm in Law Enforcement
Next Article Dedi Mulyadi: Papua’s development must be based on culture and local wisdom
© {year} Suaranewspapua.com
Welcome Back!

Sign in to your account

Lost your password?