By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
Suara News PapuaSuara News PapuaSuara News Papua
Reading: Fakhiri: Papua Bukan Ujung Negeri, tapi Gerbang Pasifik
Share
Notification Show More
Font ResizerAa
Suara News PapuaSuara News Papua
Font ResizerAa
Have an existing account? Sign In
Follow US
© 2022 Foxiz News Network. Ruby Design Company. All Rights Reserved.
Berita UtamaHeadline NewsPembangunan

Fakhiri: Papua Bukan Ujung Negeri, tapi Gerbang Pasifik

SuaraNews Papua
Last updated: 23 Januari 2026 21:03
SuaraNews Papua 7 bulan ago
Share
SHARE

Jayapura — Gubernur Papua Mathius Fakhiri mendorong penguatan pengelolaan kawasan perbatasan melalui pembangunan Pos Lintas Batas Negara (PLBN) dan peningkatan konektivitas wilayah. Hal tersebut disampaikan dalam Rapat Kerja dan Rapat Dengar Pendapat Panja Perbatasan Wilayah Negara bersama Komisi II DPR RI, Rabu (21/1/2026).

Dalam forum tersebut, Mathius menegaskan bahwa pengelolaan kawasan perbatasan harus menjadi bagian integral dari strategi pembangunan nasional. Menurutnya, wilayah perbatasan bukan sekadar garis terluar negara, melainkan beranda depan yang menentukan kedaulatan dan kesejahteraan masyarakat.

“Pengelolaan kawasan perbatasan merupakan bagian integral yang tidak terpisahkan dari kepentingan pembangunan suatu negara,” ujar Mathius.

Ia menjelaskan, Papua memiliki karakteristik perbatasan yang unik karena mencakup perbatasan darat dan laut. Perbatasan darat Indonesia–Papua New Guinea (PNG) berada di Kota Jayapura dan Kabupaten Keerom. Sementara perbatasan laut meliputi wilayah Kota Jayapura, Kabupaten Jayapura, dan Kabupaten Supiori yang berbatasan langsung dengan Republik Palau.

Dalam rapat tersebut, Gubernur Papua mengusulkan pembangunan dua Pos Lintas Batas Negara, yakni di Distrik Waris, Kabupaten Keerom, dan di Kota Jayapura. Pembangunan PLBN dinilai penting untuk memperkuat pengawasan wilayah sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat perbatasan.

Selain itu, Mathius menyoroti pentingnya pembukaan akses menuju kampung-kampung perbatasan yang selama ini masih terisolasi. Pengembangan konektivitas diharapkan dapat meningkatkan pelayanan publik, terutama di sektor kesehatan, pendidikan, sosial, dan ekonomi.

Menurutnya, keterhubungan antarwilayah juga akan memperkuat interaksi sosial masyarakat lintas batas serta mendukung stabilitas kawasan perbatasan.

Di luar pembangunan infrastruktur, Pemerintah Provinsi Papua juga mendorong kerja sama sister province dan sister city dengan wilayah di PNG dan kawasan Pasifik. Kerja sama tersebut mencakup bidang olahraga, kepemudaan, kebudayaan, dan pendidikan, termasuk dengan mengundang delegasi PNG dalam berbagai festival budaya di Papua.

Mathius menegaskan posisi strategis Papua dalam konstelasi regional Pasifik.
“Papua adalah pintu gerbang Pasifik,” tegasnya.

You Might Also Like

Task Force Operation Peace Cartenz Receives 2,500 Packages of Bags and Stationery for Papuan Children

Satgas Operasi Damai Cartenz Terima 2.500 Paket Tas dan Alat Tulis untuk Anak-anak Papua

Jayapura Community Figures Condemn Violent Actions at the Baliem Valley Cultural Festival

Tokoh Masyarakat Jayapura Kecam Aksi Kekerasan di Festival Budaya Lembah Baliem

Papuan Regional Police enlivens the 81st Anniversary of the Republic of Indonesia by Distributing Hundreds of Flags to Riders

Share This Article
Facebook Email Print
Previous Article Gubernur Papua Temui Menteri HAM, Perkuat Sinkronisasi Kebijakan Pusat–Daerah
Next Article Bahlil Tegaskan Penambahan Kuota BBM Subsidi Demi Kebutuhan Papua
© {year} Suaranewspapua.com
Welcome Back!

Sign in to your account

Lost your password?