Jayapura – Kepolisian Daerah (Polda) Papua menyampaikan rilis akhir tahun 2025 sebagai wujud keterbukaan dan pertanggungjawaban publik atas pelaksanaan tugas kepolisian selama periode Januari hingga Desember 2025, sekaligus memaparkan berbagai capaian strategis yang telah diraih.
Kapolda Papua Irjen Pol. Patrige Renwarin menjelaskan bahwa rilis akhir tahun ini memuat evaluasi komprehensif terhadap seluruh program prioritas Polda Papua. Evaluasi tersebut mencakup peningkatan profesionalisme sumber daya manusia Polri, pelaksanaan penyelidikan dan penyidikan tindak pidana, modernisasi almatsus serta sarana dan prasarana, pemeliharaan keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas), hingga dukungan manajemen berupa pengelolaan anggaran, pembinaan, operasional, dan pelaksanaan operasi kepolisian. Hasil evaluasi ini juga menjadi landasan dalam memprediksi serta mengantisipasi dinamika situasi kamtibmas pada tahun 2026.
Secara organisasi, Polda Papua membawahi tiga provinsi, yakni Papua, Papua Selatan, dan Papua Pegunungan, dengan total 21 Polres, 101 Polsek, serta 43 Polsubsektor. Wilayah hukum tersebut memiliki kondisi geografis yang luas dan menantang, dengan jumlah penduduk lebih dari tiga juta jiwa.
Dari aspek personel, pada tahun 2025 Polda Papua didukung oleh 12.953 anggota, sementara kebutuhan ideal mencapai 23.140 personel. Dengan demikian, masih terdapat kekurangan lebih dari 10 ribu personel. Kendati demikian, Kapolda menegaskan bahwa keterbatasan tersebut tidak mengurangi tekad Polri untuk tetap memberikan pelayanan maksimal kepada masyarakat.
Dalam rangka menjaga stabilitas kamtibmas, Polda Papua memperoleh alokasi anggaran DIPA tahun 2025 sebesar Rp1,836 triliun dengan tingkat serapan mencapai 99,60 persen. Anggaran tersebut dimanfaatkan untuk belanja pegawai, belanja barang, dan belanja modal guna menunjang pelaksanaan tugas kepolisian di seluruh wilayah hukum Polda Papua.
Pada bidang operasional, Direktorat Samapta mencatat sejumlah peningkatan kinerja. Selama 2025, kegiatan penggelaran personel atau strong point dilaksanakan sebanyak 4.484 kali. Kegiatan pencarian dan pertolongan (SAR) tercatat 85 kali, sementara Unit Satwa (K-9) melaksanakan 262 kegiatan. Pengamanan aksi unjuk rasa oleh Dalmas dilakukan sebanyak 193 kali, serta patroli R2 dan R4 yang juga menunjukkan tren peningkatan.
“Dalam fungsi pembinaan masyarakat, Polda Papua mengoptimalkan peran 872 personel Bhabinkamtibmas melalui pendekatan preventif. Kegiatan door to door system tercatat sebanyak 219.744 kali, problem solving 20.298 kali, serta berbagai kegiatan edukasi kamtibmas lainnya di tengah masyarakat,” ujar Kapolda, Rabu (31/12/2025).
Ia menambahkan, Bidang Humas Polda Papua turut berperan aktif dalam mendorong keterbukaan informasi publik. Sepanjang 2025, Humas memproduksi ribuan materi informasi, mulai dari baliho imbauan kamtibmas, siaran melalui TVRI Papua dan RRI Jayapura, publikasi media cetak, hingga lebih dari 5.000 tautan publikasi digital. Selain itu, Tim Cyber Troops melaksanakan 5.587 patroli siber serta menangani 2.709 konten provokatif dan hoaks.
Di sektor infrastruktur, Polda Papua merealisasikan pembangunan Barak Siaga Yon D Pelopor Satbrimob serta 14 unit rumah dinas di sejumlah wilayah. Pembangunan ini ditujukan untuk meningkatkan kesejahteraan personel sekaligus memperkuat kehadiran Polri di daerah penugasan.
Pada bidang pengawasan internal, Polda Papua menerima 71 pengaduan masyarakat terkait kinerja Polri dan 63 pengaduan terkait penanganan penyidikan tindak pidana. Selain itu, dilakukan penindakan terhadap 119 pelanggaran kode etik dan 240 pelanggaran disiplin sebagai bentuk komitmen penegakan aturan internal.
Di bidang lalu lintas, angka kecelakaan selama tahun 2025 tercatat sebanyak 1.840 kasus atau menurun 630 kasus dibandingkan tahun 2024. Penurunan juga terjadi pada jumlah korban meninggal dunia, luka berat, dan luka ringan, serta kerugian materiil yang berkurang lebih dari Rp2,1 miliar.
“Dalam penegakan hukum, Polda Papua menangani ribuan perkara pidana, baik konvensional maupun transnasional. Beberapa kejahatan seperti curanmor, curas, penganiayaan berat, dan pembunuhan mengalami peningkatan, sementara jenis kejahatan lainnya menunjukkan penurunan. Untuk tindak pidana korupsi, terdapat 14 kasus yang ditangani dengan penyelamatan keuangan negara sebesar Rp46,25 miliar,” jelas Kapolda.
Lebih lanjut disampaikan, sepanjang 2025 Polda Papua melaksanakan 11 operasi kepolisian, termasuk Operasi Damai Cartenz 2025. Dalam operasi tersebut, Satgas Gakkum mengungkap 39 kasus, menindak KKB dengan 15 pelaku meninggal dunia, mengamankan 29 pucuk senjata api, serta ribuan butir amunisi. Secara keseluruhan, tercatat 104 aksi KKB sepanjang 2025 yang mengakibatkan korban jiwa dan luka-luka dari unsur TNI, Polri, maupun masyarakat.
Kapolda menegaskan bahwa penanganan KKB dilakukan melalui pendekatan keamanan yang humanis dan berimbang dengan upaya kesejahteraan, serta melibatkan pemerintah daerah dan seluruh elemen masyarakat. Polda Papua juga aktif mendukung Program Asta Cita Pemerintah, khususnya pada sektor ketahanan pangan dan Program Makan Bergizi Gratis, termasuk penyaluran 1,9 juta ton beras SPHP dan pembangunan sejumlah Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG).
Menghadapi tahun 2026, Polda Papua telah memetakan berbagai tantangan strategis, mulai dari ancaman KKB, aktivitas kelompok kriminal politik, hingga potensi peningkatan kejahatan akibat faktor sosial ekonomi. Penguatan patroli terpadu, pengawasan wilayah, serta sinergi lintas instansi menjadi fokus utama ke depan.
Menutup Rilis Akhir Tahun 2025, Irjen Pol. Patrige Renwarin menyampaikan ucapan Selamat Natal 2025 dan Selamat Tahun Baru 2026, serta apresiasi kepada masyarakat Papua, TNI, pemerintah daerah, tokoh adat, tokoh agama, dan seluruh elemen bangsa atas sinergi dalam menjaga kamtibmas.
“Dengan semangat kebersamaan dan kepercayaan, mari kita wujudkan Papua yang aman, damai, bermartabat, dan sejahtera,” pungkas Kapolda Papua Irjen Pol. Patrige Renwarin.


