Biak, Papua — Dalam upaya memperkuat peran sumber daya manusia lokal di sektor pembangunan, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Biak Numfor menggelar pelatihan bagi 24 tenaga pengawas lapangan yang seluruhnya merupakan orang asli Papua (OAP). Kegiatan ini difokuskan pada peningkatan kemampuan teknis dalam mengawasi proyek sanitasi yang akan dilaksanakan di berbagai kampung.
Pelatihan berlangsung selama dua hari, mulai Senin hingga Selasa (13–14 Oktober 2025), dan dibuka secara resmi oleh Pelaksana Tugas Sekretaris Daerah Biak Numfor, ZL Mailoa. Dalam sambutannya, Mailoa menegaskan bahwa penguatan kapasitas pengawas lapangan menjadi hal penting agar pelaksanaan proyek sanitasi dapat berjalan efektif, transparan, dan sesuai dengan kebutuhan masyarakat.
“Tenaga pengawas harus memahami tidak hanya aspek teknis, tetapi juga tanggung jawab sosial dalam mendampingi masyarakat mengelola fasilitas sanitasi,” ujarnya.
Sementara itu, Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Biak Numfor, Frans Watimena, menjelaskan bahwa para peserta memperoleh materi tentang kebijakan teknis pembangunan fasilitas mandi, cuci, kakus (MCK), serta penyediaan air bersih berbasis masyarakat berpenghasilan rendah.
Menurutnya, keberhasilan pembangunan fasilitas sanitasi di kampung sangat bergantung pada kemampuan tenaga pengawas dalam melakukan pendampingan dan pengawasan lapangan yang berkelanjutan.
Program ini juga menjadi bagian dari pelaksanaan Dana Alokasi Khusus (DAK) fisik bidang sanitasi dan air bersih tahun anggaran 2025. Melalui pelatihan ini, Pemkab Biak Numfor berharap masyarakat lokal dapat menjadi aktor utama dalam menjaga kualitas lingkungan dan mendukung pembangunan yang inklusif di wilayahnya.


