NABIRE – Menjelang sejumlah agenda penyampaian aspirasi yang direncanakan berlangsung pada pertengahan Agustus 2026, tokoh masyarakat Papua mengajak seluruh warga untuk tetap menjaga situasi keamanan dan ketertiban agar aktivitas masyarakat, pendidikan, pelayanan kesehatan, serta roda perekonomian dapat berjalan dengan baik.
Peringatan Hari Masyarakat Adat Sedunia merupakan momentum untuk memperkuat perhatian terhadap nilai-nilai budaya, hak-hak masyarakat adat, serta semangat kebersamaan dalam membangun Papua yang damai dan sejahtera. Aspirasi yang berkembang di tengah masyarakat diharapkan dapat disampaikan secara tertib, damai, dan sesuai dengan ketentuan yang berlaku, tanpa disertai tindakan provokatif yang berpotensi menimbulkan gangguan keamanan.
Seorang tokoh masyarakat Papua menegaskan bahwa perbedaan pandangan tidak boleh menjadi alasan untuk memecah persatuan masyarakat.
“Kita boleh berbeda dalam berbagai hal, tetapi sebagai satu keluarga besar Papua kita harus tetap menjaga persatuan, menghormati satu sama lain, dan mengutamakan dialog yang damai. Keamanan adalah kebutuhan bersama agar masyarakat dapat hidup tenang, bekerja, belajar, dan membangun masa depan Papua yang lebih baik,” ujarnya.
Tokoh masyarakat juga mengingatkan agar masyarakat, khususnya generasi muda dan mahasiswa, bijak dalam menyikapi informasi yang beredar di media sosial serta tidak mudah terpengaruh oleh narasi provokatif yang dapat memicu polarisasi atau konsolidasi massa yang berujung pada gangguan kamtibmas.
Menurutnya, aspirasi masyarakat adat dan pembangunan Papua dapat berjalan beriringan melalui komunikasi, musyawarah, dan keterlibatan seluruh elemen masyarakat. Berbagai program pembangunan, pendidikan, kesehatan, dan pemberdayaan masyarakat memerlukan situasi yang aman dan kondusif agar manfaatnya dapat dirasakan secara luas.
Menjelang peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia, masyarakat Papua juga diajak untuk terus memperkuat semangat persaudaraan, toleransi, dan gotong royong sebagai modal utama menjaga kedamaian di Tanah Papua.
“Papua adalah rumah bersama. Mari kita jaga keamanan, saling menghormati, dan mengedepankan cara-cara damai dalam menyampaikan pendapat. Persatuan dan ketenangan masyarakat adalah kunci untuk mewujudkan Papua yang aman, maju, dan sejahtera,” tutupnya.


