By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
Suara News PapuaSuara News PapuaSuara News Papua
Reading: “Serangan Brutal KKB ke Komnas HAM, DPR Murka, Negara Tak Boleh Diam”
Share
Notification Show More
Font ResizerAa
Suara News PapuaSuara News Papua
Font ResizerAa
Have an existing account? Sign In
Follow US
© 2022 Foxiz News Network. Ruby Design Company. All Rights Reserved.
Hukum&Kriminal

“Serangan Brutal KKB ke Komnas HAM, DPR Murka, Negara Tak Boleh Diam”

SuaraNews Papua
Last updated: 30 April 2025 18:37
SuaraNews Papua 1 tahun ago
Share
SHARE

Jakarta, 29 April 2025 — Tembakan di Tengah Misi Kemanusiaan, DPR RI Kecam Aksi Brutal KKB terhadap Rombongan Komnas HAM Perwakilan Papua di Provinsi Papua Barat.

Di tengah upaya tulus menegakkan keadilan dan melindungi hak asasi manusia, sebuah tragedi nyaris terjadi di Papua. Rombongan Komisi Nasional Hak Asasi Manusia perwakilan Papua (Komnas HAM-PAPUA) yang tengah menjalankan misi kemanusiaan nyaris menjadi korban peluru panas yang dilepaskan oleh Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) di Teluk Bintuni.

Insiden memilukan itu memicu reaksi keras dari Anggota Komisi I DPR RI, TB Hasanuddin. Dengan nada tegas yang mencerminkan kekecewaan mendalam, Hasanuddin menyebut tindakan KKB sebagai “brutal” dan “ancaman nyata terhadap lembaga negara yang sah”. Baginya, ini bukan sekadar serangan terhadap individu, melainkan serangan terhadap kehormatan dan martabat negara.

“Ini jelas tindakan brutal yang mengancam kerja lembaga negara. Pemerintah harus bertindak tegas,” ujar Hasanuddin, Selasa (29/4), dalam keterangan tertulis yang sarat keprihatinan.

Komnas HAM, kata politikus PDI Perjuangan itu, hadir di Papua bukan untuk mengangkat senjata, tapi untuk mendengar, merangkul, dan mencari keadilan bagi mereka yang mungkin terpinggirkan. Bahwa rombongan itu harus berhadapan dengan tembakan, saat sedang menjalankan misi kemanusiaan, adalah hal yang tak bisa diterima akal sehat.

Frits Ramandey, Kepala Komnas HAM Perwakilan Papua, bersama rombongan dan personel kepolisian, nyaris menjadi korban saat mereka sedang melakukan aktivitas MCK di Kali Rawara, Kampung Meyah Lama. Empat tembakan dilepaskan dari seberang sungai oleh anggota KKB. Ajaib, tak ada korban jiwa, namun trauma dan pesan ancaman yang tersisa begitu nyata.

Serangan itu terjadi ketika mereka sedang membantu pencarian Iptu Tomi S Marbun, perwira polisi yang hilang sejak Desember 2024 dalam tugasnya mengejar anggota KKB. Empati dan niat baik itu dibalas dengan senjata.

Hasanuddin menekankan pentingnya pendekatan komprehensif di Papua: keamanan, sosial, dan dialog. Namun, ia mengingatkan bahwa kekerasan bersenjata seperti ini tidak bisa dibiarkan.

“Kita tidak boleh membiarkan ini berulang. Perlindungan terhadap petugas negara, termasuk Komnas HAM, adalah prioritas,” tegasnya.

Hari ini, sorotan tertuju bukan hanya pada tragedi yang nyaris terjadi, tetapi juga pada pertanyaan besar tentang bagaimana kita, sebagai bangsa, melindungi mereka yang mengabdi di medan paling sunyi demi kemanusiaan.

You Might Also Like

Jayapura Community Figures Condemn Violent Actions at the Baliem Valley Cultural Festival

Tokoh Masyarakat Jayapura Kecam Aksi Kekerasan di Festival Budaya Lembah Baliem

Kecam Pembunuhan Warga Sipil di Yahukimo, Tokoh Papua Serukan Perlindungan Warga Sipil dan Penegakan Hukum

Sejarah Mengajarkan Persatuan, Bukan Kekerasan: Saatnya Papua Menolak Aksi Balasan dan Mengedepankan Penyelesaian Berdasarkan Hukum

Satgas Operasi Damai Cartenz Limpahkan Dua Tersangka Kasus Pembunuhan dan Penembakan ke Kejaksaan Negeri Jayawijaya

Share This Article
Facebook Email Print
Previous Article Wow! Singgang Ayam Fetches IDR 7.3 Million at IKM Jayapura City Halal Bihalal
Next Article “Brutal Armed Group Attack on Human Rights Commission Sparks Outrage in Parliament, Nation Must Not Stay Silent”
© {year} Suaranewspapua.com
Welcome Back!

Sign in to your account

Lost your password?