By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
Suara News PapuaSuara News PapuaSuara News Papua
Reading: Taman Nasional Mamberamo: Benteng Terakhir Keanekaragaman Hayati Papua
Share
Notification Show More
Font ResizerAa
Suara News PapuaSuara News Papua
Font ResizerAa
Have an existing account? Sign In
Follow US
© 2022 Foxiz News Network. Ruby Design Company. All Rights Reserved.
ApresiasiImbauanMomenPembangunanPemerintahan

Taman Nasional Mamberamo: Benteng Terakhir Keanekaragaman Hayati Papua

SuaraNews Papua
Last updated: 10 Maret 2025 10:20
SuaraNews Papua 1 tahun ago
Share
SHARE

PAPUA – Dalam sebuah momen bersejarah, Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK) Siti Nurbaya secara resmi mendeklarasikan Taman Nasional Mamberamo. Taman nasional ini terletak di tiga provinsi di Papua, yaitu Provinsi Papua, Provinsi Papua Tengah, dan Provinsi Papua Pegunungan, mencakup area seluas 1,7 juta hektare yang terbagi dalam 12 kabupaten.

Perubahan fungsi dari Suaka Margasatwa Mamberamo Foja menjadi Taman Nasional Mamberamo ini diharapkan menjadi benteng terakhir dalam upaya pelestarian keanekaragaman hayati di Indonesia, terutama di Papua. Siti Nurbaya menegaskan pentingnya kawasan ini sebagai tempat perlindungan bagi berbagai spesies, termasuk burung cendrawasih dan berbagai jenis ikan yang langka.

Dalam sambutannya, Siti Nurbaya menjelaskan bahwa selama 10 tahun terakhir, Kementerian LHK telah melaksanakan sejumlah program dan kegiatan untuk memperkuat pengelolaan kawasan konservasi. Melalui inovasi, kolaborasi, dan penerbitan kebijakan, KLHK berkomitmen untuk mengoptimalkan pengelolaan sumber daya alam.

“Dengan adanya Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2024 yang merupakan revisi dari UU Nomor 5 Tahun 1990, pemerintah semakin memperkuat tiga pilar konservasi, yakni areal preservasi, penegakan hukum, dan peran serta masyarakat dalam pengelolaan sumber daya alam,” tutur Siti Nurbaya saat konferensi pers.

Ia juga mengapresiasi dukungan dari berbagai pihak, termasuk kepala daerah dan masyarakat adat, yang telah menyampaikan rekomendasi untuk mendukung perubahan fungsi suaka margasatwa tersebut. “Ini adalah hasil kerja sama dan partisipasi semua pihak,” tambahnya.

Menanggapi deklarasi tersebut, Bupati Mamberamo Raya, Yimin Weya, menekankan pentingnya pengelolaan Taman Nasional Mamberamo yang melibatkan masyarakat. “Kita berharap Taman Nasional ini bukan hanya sekadar kawasan pelestarian, tetapi juga dapat membawa manfaat ekonomi dan meningkatkan kapasitas sumber daya manusia masyarakat lokal, khususnya di bidang kehutanan dan pariwisata,” ujarnya.

Dengan dideklarasikannya Taman Nasional Mamberamo, diharapkan pihak-pihak terkait dapat bekerja sama dalam melestarikan keanekaragaman hayati sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat di sekitar kawasan tersebut.

You Might Also Like

Putri Papua Dipercaya Membawa Baki pada Upacara Penurunan Bendera HUT ke-81 RI di Istana Merdeka

Pemprov Papua Tengah Perluas Perlindungan Kesehatan, 50 Ribu Warga Terdaftar JKN

Pemerintah Didorong Percepat Pemulihan Pascakonflik di Jayawijaya

Satgas Operasi Damai Cartenz Terima 2.500 Paket Tas dan Alat Tulis untuk Anak-anak Papua

Jayapura Community Figures Condemn Violent Actions at the Baliem Valley Cultural Festival

Share This Article
Facebook Email Print
Previous Article Budget for Papua Gubernatorial Election Re-run Approved at Rp 110 Billion
Next Article Mamberamo National Park: The Last Stronghold of Biodiversity in Papua
© {year} Suaranewspapua.com
Welcome Back!

Sign in to your account

Lost your password?