By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
Suara News PapuaSuara News PapuaSuara News Papua
Reading: Keluarga Pilot Glen Conning Berduka: Kehilangan Sosok Suami dan Ayah Tercinta
Share
Notification Show More
Font ResizerAa
Suara News PapuaSuara News Papua
Font ResizerAa
Have an existing account? Sign In
Follow US
© 2022 Foxiz News Network. Ruby Design Company. All Rights Reserved.
Berita Utama

Keluarga Pilot Glen Conning Berduka: Kehilangan Sosok Suami dan Ayah Tercinta

SuaraNews Papua
Last updated: 11 Agustus 2024 21:22
SuaraNews Papua 2 tahun ago
Share
SHARE

JAYAPURA, — Keluarga dari Glen Malcolm Conning, seorang pilot helikopter asal Selandia Baru yang tewas di Papua, Indonesia, mengungkapkan kesedihan mendalam atas kehilangan sosok suami dan ayah yang penuh kasih dan perhatian.

Glen Conning, 50 tahun, dilaporkan tewas setelah helikopter yang dia terbangkan diserang oleh kelompok pro-kemerdekaan, yang dikenal sebagai Organisasi Papua Merdeka. Serangan tersebut terjadi saat helikopter mendarat di Alama, Kabupaten Mimika, Provinsi Papua Tengah, dengan membawa empat penumpang yang semuanya dilaporkan selamat.

Dalam pernyataan yang disampaikan oleh Natasha Conning atas nama keluarga, yang dikutip dari RNZ Pacific pada hari Selasa, mereka menyatakan bahwa Glen sangat dicintai oleh keluarga dan teman-temannya. Mereka mengingat Glen sebagai seseorang yang sangat peduli dan selalu mengutamakan keluarga serta teman-temannya ketika tidak sedang menjalankan tugas sebagai pilot atau menikmati alam bebas.

Keluarga juga menyampaikan rasa terima kasih atas dukungan dan cinta yang telah diberikan kepada mereka, namun meminta semua pihak untuk menghormati privasi mereka dalam masa berkabung ini.

Alumni Sekolah St Peter di Cambridge, tempat Conning pernah menempuh pendidikan, turut mengenang Glen sebagai seorang olahragawan yang berdedikasi.

Dalam sebuah postingan di halaman Facebook alumni St Peter’s, disebutkan bahwa Glen bersekolah di sana pada tahun 1988-1991. “Glen menjabat sebagai Kepala Broadhurst House pada tahun 1990 dan merupakan seorang olahragawan yang sangat aktif,” tulis mereka.

Postingan tersebut juga menyebut bahwa Glen menjadi kapten tim rugby di bawah 65kg pada tahun 1989 dan kemudian bermain di First XV. “Kami menyampaikan belasungkawa yang mendalam kepada keluarga dan teman-teman Glen.”

Conning bekerja sebagai pilot untuk sebuah perusahaan swasta di Papua, sering kali mengantar-jemput penumpang di daerah yang sulit dijangkau.

You Might Also Like

Bripda Jhon Galu Situmorang Injured in Shooting in Tolikara, Operation Peace Cartenz Task Force Develops Investigation

Bripda Jhon Galu Situmorang Terluka Ditembak di Tolikara, Satgas Kepolisian Operasi Damai Cartenz Kembangkan Penyelidikan

Case Review Results: Task Force Operation Peace Cartenz and Yahukimo Police Develop Law Enforcement in the Murder Case of the Late Bripka Anumerta Fredy Lukas Awes

Hasil Gelar Perkara, Satgas Kepolisian Operasi Damai Cartenz dan Polres Yahukimo Kembangkan Penegakan Hukum Kasus Pembunuhan Bripka Anumerta Fredy Lukas Awes

Jokowi Says Papua Has Huge Potential for Industry and Creative Economy

TAGGED: Keluarga Pilot Glen Conning Berduka: Kehilangan Sosok Suami dan Ayah Tercinta
Share This Article
Facebook Email Print
Previous Article Chairman of the PAP DPN Invites the Community to Reject the KNPB Demonstration
Next Article Family of New Zealand Pilot Glen Conning Mourns the Loss of a Beloved Husband and Father
© {year} Suaranewspapua.com
Welcome Back!

Sign in to your account

Lost your password?