Sabtu 27 November, 2021
Beranda Hukum&Kriminal Persiapan Pemungutan Suara Ulang Di Papua, Kapolda Memetakan Daerah Rawan

Persiapan Pemungutan Suara Ulang Di Papua, Kapolda Memetakan Daerah Rawan

JAYAPURA, Mahkamah Konstitusi (MK) memutuskan tiga kabupaten yang menggelar Pilkada Serentak 2020 di Provinsi Papua harus melakukan pemungutan suara ulang (PSU).

Ketiga kabupaten itu adalah Boven Digoel dan Nabire yang menyelenggarakan PSU keseluruhan, serta Yalimo yang menggelar PSU di 105 tempat pemungutan suara (TPS).

Kapolda Papua Irjen Mathius Fakhiri menyebut, tiga kabupaten tersebut sama-sama memiliki potensi gangguan keamanan. Namun, ia menyebut Nabire yang dinilai paling rawan.

“Titik rawan yang krusial di tiga titik ini sebenarnya sama, kita akan antisipasi yang khususnya paling pertama itu di Nabire, kedua Yalimo, baru Boven Digoel,” ujarnya di Jayapura, Selasa (23/3/2021).

Nabire, terang Fakhiri, menjadi daerah yang paling rawan karena potensi mobilisasi massa dari kabuparen sekitar.

Setidaknya ada tiga kabupaten terdekat, yaitu Paniai, Dogiai, dan Deiyai, yang warganya digunakan untuk masuk ke Nabire. Pada putusan MK, jumlah pemilih tetap yang ditetapkan menjadi DPT berjumlah 178.545 pemilih.

Jumlah tersebut melebihi jumlah penduduk Nabire yang berdasarkan data Kemendagri per 30 Juni 2020 tercatat 172.190 jiwa.

Hal ini berarti jumlah pemilih tetap Nabire sebanyak 103 persen dari jumlah penduduk. Terkait antisipasi gangguan keamanan, Fakhiri memastikan aparat keamanan telah menyiapkan antisipasi sejak dini.

“Dari kepolisian kita sudah lebih dulu mengambil langkah-langkah awal dengan memperkuat pengamanan di tiga kabupaten itu sehingga kita berharap sampai pelaksanaan PSU situasi keamanan kondusif,” kata dia.  

 “Kalau pasukan BKO kita sudah meminta bantuan dari Mabes Polri tiga kompi, itu ada dari Makassar dan Ambon, mereka sudah di tiga kabupaten itu sampai pelaksanaan PSU, nanti ada lagi penguatan dari Polda,” sambung Fakhiri.

 Ia pun meminta para elite politik yang memiliki kepentingan pada Pilkada di Nabire, Yalimo dan Boven Digoel, tidak memprovokasi massa untuk melakukan kecurangan. Fakhiri secara tegas mengancam siapa pun yang menghasut massa untuk mencederai pesta demokrasi ini akan ditindak.


LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisment -

Most Popular

Binmas Noken Tolikara Melaksanakan  Pemolisian Masyarakat melalui program KOTEKA

Papua- Pada Kamis, tanggal 24  November 2021 Satgas Binmas Noken Wilayah Tolikara yang diawaki oleh Iptu widada, Brigadir Petrus Hamokwarong, Briptu Yordan...

Ini dia 5 Point Pernyataan Sikap Dari Tokoh Adat Papua Menjelang 1 Desember

Jayapura, Menjelang tanggal 1 Desember 2021 yang diklaim oleh kelompok ataupun simpatisan Papua Merdeka sebagai hari kemerdekaan Papua barat tampaknya tahun ini...

Pemuda Saireri : Menjelang 1 Desember Papua Harus Tetap Menjadi Tanah Damai

Jayapura, 1 Desember setiap tahunnya yang diklaim sebagai Hari Kemerdekaan Papua Barat, selalu menempatkan Papua pada situasi keamanan tertentu di beberapa wilayah...

Herman Yoku : HUT Papua Barat, 1 Desember dan Bintang Kejora Adalah Sebuah Kekeliruan Sejarah dan Pembodohan

Jayapura, Menjelang 1 Desember setiap tahunya yang diklaim sebagai HUT Papua Barat atau hari kemerdekaan bangsa Papua, para aktivis dan simpatisan Papua...

Recent Comments