Minggu 28 November, 2021
Beranda Keamanan dan Ketertiban Cari Solusi Rawat Toleransi Masyarakat, Kemenag Gelar Dialog Kerukunan Umat Beragama di...

Cari Solusi Rawat Toleransi Masyarakat, Kemenag Gelar Dialog Kerukunan Umat Beragama di Papua

suaranewspapua.com. Pemerintah senantiasa menggandeng tokoh antar umat beragama untuk merawat toleransi di tengah masyarakat Indonesia yang majemuk.

Tokoh adat dan agama menjadi modal berharga bagi bangsa Indonesia dalam mewujudkan kerukunan antar umat beragama.

Terlebih, penghayatan terhadap nilai-nilai Pancasila serta tugas merawat kerukunan dan toleransi yang menjadi tanggung jawab bersama masyarakat Indonesia.

Sebagaimana pendiri bangsa telah mewariskan Pancasila sebagai dasar negara untuk membentuk bangsa yang rukun, damai, dan sejahtera.

Salah satu upaya merawat toleransi tersebut diwujudkan melalui Dialog Tokoh Agama dan Masyarakat/Adat di Sorong yang digelar oleh Pusat Kerukunan Umat Beragama (PKUB) Kementerian Agama (Kemenag).

Dialog kerukunan ini akan berlangsung tiga hari, 29 November hingga 1 Desember 2020, dihadiri oleh para tokoh agama, adat, dan masyarakat, perwakilan Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Provinsi Papua dan Papua Barat, Kankemenag, dan Kemenag Pusat.

“Acara ini bagian dari perekat kerukunan khususnya di Papua dan Papua Barat, sekaligus untuk mencari solusi dalam merawat kerukunan demi sejuk dan sejahteranya Papua,” kata Nizar pada, Minggu 29 November 2020, di Sorong.

Disampaikan Nizar, acara ini menjadi momentum penting dalam meneguhkan komitmen kebangsaan dengan latar belakang agama, budaya dan bahasa yang majemuk.

“Sebagai bangsa yang majemuk, kita harus terus menjaga kerukunan umat beragama. Salah satunya dengan dialog semacam ini,” tegas Nizar.

Melihat wilayah geografis Indonesia yang cukup luas, lanjut Nizar, tugas penguatan kerukunan umat beragama tentulah bukan hal mudah.

“Dari bentangan ujung ufuk Barat hingga ufuk Timur, dari Papua hingga Aceh harus terajut jembatan kesetiakawanan dan persaudaraan antar anak bangsa, dengan terus membangun kebersamaan dan membina kerukunan antar sesama,” ungkapnya

Sebelumnya, Ketua Panitia Ali Fachruddin melaporkan bahwa kegiatan dialog tokoh agama/adat ini bagian dari tindak lanjut program Kita Cinta Papua yang melibatkan semua tokoh agama, tokoh adat, pemerintah daerah dan Kementerian Agama.

Tampak hadir, Dirjen Bimas Kristen Thomas Pentury, Sekretaris Dirjen Bimas Katolik Aloma Sarumaha, staf khusus Menag Zul Effendi Syarif, Kakanwil Kemenag Provinsi Papua, perwakilan gubernur Sorong, dan Forkopimda Provinsi Sorong.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisment -

Most Popular

Binmas Noken Tolikara Melaksanakan  Pemolisian Masyarakat melalui program KOTEKA

Papua- Pada Kamis, tanggal 24  November 2021 Satgas Binmas Noken Wilayah Tolikara yang diawaki oleh Iptu widada, Brigadir Petrus Hamokwarong, Briptu Yordan...

Ini dia 5 Point Pernyataan Sikap Dari Tokoh Adat Papua Menjelang 1 Desember

Jayapura, Menjelang tanggal 1 Desember 2021 yang diklaim oleh kelompok ataupun simpatisan Papua Merdeka sebagai hari kemerdekaan Papua barat tampaknya tahun ini...

Pemuda Saireri : Menjelang 1 Desember Papua Harus Tetap Menjadi Tanah Damai

Jayapura, 1 Desember setiap tahunnya yang diklaim sebagai Hari Kemerdekaan Papua Barat, selalu menempatkan Papua pada situasi keamanan tertentu di beberapa wilayah...

Herman Yoku : HUT Papua Barat, 1 Desember dan Bintang Kejora Adalah Sebuah Kekeliruan Sejarah dan Pembodohan

Jayapura, Menjelang 1 Desember setiap tahunya yang diklaim sebagai HUT Papua Barat atau hari kemerdekaan bangsa Papua, para aktivis dan simpatisan Papua...

Recent Comments