By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
Suara News PapuaSuara News PapuaSuara News Papua
Reading: Tembak Tim TGPF, KKB Tambah Bukti Aksi Separatis dan Pelanggaran HAM di Papua
Share
Notification Show More
Font ResizerAa
Suara News PapuaSuara News Papua
Font ResizerAa
Have an existing account? Sign In
Follow US
© 2022 Foxiz News Network. Ruby Design Company. All Rights Reserved.
Hukum&KriminalKeamanan dan Ketertiban

Tembak Tim TGPF, KKB Tambah Bukti Aksi Separatis dan Pelanggaran HAM di Papua

SuaraNews Papua
Last updated: 15 Oktober 2020 15:05
SuaraNews Papua 6 tahun ago
Share
SHARE

suaranewspapua.com. Duta Besar RI untuk Selandia Baru Tantowi Yahya mengutuk kekejaman yang dilakukan oleh Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) terhadap Tim Gabungan Pencari Fakta (TGPF) di Intan Jaya, Provinsi Papua.

Menurutnya, penembakan yang menyasar TGPF telah menambah daftar kekejaman tindak teror dan separatisme yang terjadi di Papua.

“Dunia internasional perlu melihat hal ini dari perspektif yang lebih luas. Pihak separatis Papua yang sering menuduh kejahatan HAM, ternyata aksi kekejaman itu berasal dari mereka sendiri,” ujar Tantowi dalam keterangan tertulisnya, Selasa (13/10/2020).

Tantowi menilai penembakan itu karena pihak separatis Papua khawatir akan fakta yang dapat terungkap apabila TGPF menyelesaikan tugasnya.

Diketahui Tantowi yang merupakan Duta Besar RI untuk Selandia Baru tersebut pernah turut menyampaikan peringatan kerasnya terhadap KKB kala terjadi penembakan terhadap pekerja PT. Freeport Indonesia atas nama Greame Thomas Wall pada akhir Maret 2020 lalu.

Seperti diberitakan sebelumnya Pemerintah RI membentuk TGPF yang beranggotakan gabungan dari militer, sipil, dan kalangan akademik untuk dapat mengungkap tewasnya Pendeta Yeremias Zanambani serta korban lainnya yang terdiri dari 2 anggota TNI dan 1 warga sipil pada peristiwa penembakan bulan September 2020 yang lalu.

Proses investigasi TGPF terus berlanjut. TGPF telah melakukan investigasi rentetan kasus penembakan yang menewaskan 2 anggota TNI, 1 orang warga sipil, dan 1 orang pendeta. Total sudah ada 25 saksi yang diperiksa.

“Ada 24 orang saksi kita temui dan 1 orang hanya menggunakan telpon, karena situasi, jadi total saksi ada 25 orang. Untuk hasil pengungkapan harus kami melapor dulu ke pimpinan, tidak logis kalau pimpinan belum tahu saya sudah sampaikan ke teman (wartawan),” ujar Ketua Tim Gabungan Pencari Fakta Benny Josua Mamoto, Senin (12/10/2020).

Benny mengatakan timnya tidak mendatangi langsung para saksi lantaran alasan keamanan. Pihaknya akan terus berkoordinasi dengan aparat setempat terkait perkembangan penyelidikan.

“Berbagai upaya sudah kami lakukan menurut kami sudah sesuai target, kalaupun ada kekurangan nanti kami akan koordinasi dengan Danrem, Kapolda, Pangdam dan Direskrim,” ujar Benny.

You Might Also Like

Jayapura Community Figures Condemn Violent Actions at the Baliem Valley Cultural Festival

Tokoh Masyarakat Jayapura Kecam Aksi Kekerasan di Festival Budaya Lembah Baliem

Personnel of Operation Peace Cartenz-2026 Equip Themselves with Health Education, Forms of Concern for Member Readiness and Welfare

Tokoh Pemuda Tabi Ajak Masyarakat Jaga Kondusivitas Jelang Penyampaian Aspirasi

Patroli Humanis Satgas Damai Cartenz di Muara Puncak Jaya, Hadir Menyapa dan Berbagi Bersama Masyarakat

TAGGED: KKB Tambah Bukti Aksi Separatis dan Pelanggaran HAM di Papua, Tembak Tim TGPF
Share This Article
Facebook Email Print
Previous Article Kemenag Puncak Jaya Ajak Daftar Program Beasiswa Khusus OAP
Next Article Rapat Forkopimda Papua Bahas Peresmian Stadion dan Ganti Nama Bandara Sentani
© {year} Suaranewspapua.com
Welcome Back!

Sign in to your account

Lost your password?