suaranewspapua.com. JAYAPURA- Kepala Bidang Hubungan Masyarakat Polda Papua, Komisaris Besar (Kombes) Ahmad Musthofa Kamal mengatakan, polisi menangkap tiga orang terkait aksi pengrusakan kantor Bupati Keerom dan pembakaran kantor Dinas Ketenagakerjaan (Disnaker) dan Dinas Pemberdayaan Masyarakat Kampung (PMK), Kamis (1/10).
“Tiga orang diamankan. Jadi, kantor bupati dilempari dan yang dibakar kantor Disnaker dan PMK,” kata Kamal, saat dikonfirmasi Validnews, Jumat (2/10).
Kamal menjelaskan, massa berjumlah sekitar 250 orang. Mereka tidak terima dengan hasil pengumuman Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) Formasi 2018 di Kabupaten Keerom. Pengumuman itu baru dilakukan pada Kamis (1/9).
Namun, tidak diketahui pasti, apa sebab mereka kecewa akan pengumuman itu. Informasi ke media, karena kecewa dengan pengumuman itu, ratusan orang merusak fasilitas bangunan di yang ada di kompleks Kantor Bupati Keerom.
Pemerintah daerah Kabupaten Keerom membuka lowongan CPNS 2018 sejumlah 385 formasi. Penerimaan CPNS di Kabupaten Keerom ini merupakan bagian dari seleksi nasional yang dilakukan secara serentak pada Rabu, 19 September 2018.
Secara keseluruhan pemerintah menerima 238.015 CPNS untuk penempatan di pemerintah pusat dan daerah. Rinciannya, 51.271 formasi untuk penempatan di 76 kementerian/lembaga dan 186.744 formasi di 525 instansi daerah.
Dari jumlah tersebut, sebanyak 385 formasi tersedia di Kabupaten Keerom. Tiga formasi prioritas adalah tenaga pendidikan, tenaga kesehatan, dan tenaga teknis.
“Mereka melempari kaca dan bangunan sejumlah kantor di lokasi itu,” jelas Kamal.
Tak hanya merusak, massa kemudian membakar bangunan kantor. Melihat hal itu, polisi berupaya mengendalikan situasi.
“Anggota gabungan mengeluarkan tembakan peringatan ke udara dan menembakkan gas air mata serta melakukan penyemprotan dengan menggunakan mobil water canon Polres Keerom,” tambah Kamal.
Upaya yang dilakukan polisi itu berhasil memukul mundur massa. “Jadi kami berhasil melerai massa yang melakukan pengrusakan itu,” lanjut Kamal.
Menurut Kamal, aksi protes massa tersebut baru bisa diredam setelah Polda Papua turun bernegosiasi dengan para tokoh. Setelah massa bubar, anggota langsung melakukan pendataan terhadap kerusakan bangunan kantor.
“Situasi sudah dikendalikan. Anggota masih melakukan pengamanan di sekitar lokasi,” lanjut Kamal.
Atas insiden itu, polisi mengimbau agar masyarakat lainnya menahan diri dan tak membuat kerusuhan lainnya.
“Kami minta warga lainnya untuk dapat menahan diri dan tidak mudah terprovokasi dengan adanya kejadian yang terjadi saat ini,” tandas Kamal.