By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
Suara News PapuaSuara News PapuaSuara News Papua
Reading: Soroti Otsus Papua : Begini Sikap Tokoh Pemuda Papua Di Yogyakarta
Share
Notification Show More
Font ResizerAa
Suara News PapuaSuara News Papua
Font ResizerAa
Have an existing account? Sign In
Follow US
© 2022 Foxiz News Network. Ruby Design Company. All Rights Reserved.
Uncategorized

Soroti Otsus Papua : Begini Sikap Tokoh Pemuda Papua Di Yogyakarta

SuaraNews Papua
Last updated: 5 September 2020 18:38
SuaraNews Papua 6 tahun ago
Share
SHARE

Suaranewspapua.com – Tokoh pemuda Papua Methodius Kossay mendukung pemerintah dalam Otsus dan siap memberikan pemahaman kepada masyarakat Papua terkait dampak positif.

Pembangunan Papua terhambat permasalahan transparansi alokasi dana Otonomi Khusus (Otsus). Selain itu juga karena ada kelemahan sektor pendidikan serta kesehatan di Papua.

Pernyataan tersebut diungkapkan tokoh pemuda Papua, Methodius Kossay dalam webinar menggunakan aplikasi Zoom dengan tema, Kamis, 3 September 2020 malam. Acara digelar oleh Noken Solutions, organisasi yang fokus dalam isu-isu Papua. 

Acara yang mengamil tema Otsus dan Peluang Generasi Milenial Papua ini dipandu moderator yang juga penggerak organisasi Noken Solutions, Elna Febi Astuti. Pembicara lainnnya Ketua Gugus Papua Universitas Gadjah Mada (UGM) Yogyakarta Bambang Purwoko.

Kossay menilai, banyak pihak termasuk dari luar negeri, melihat bahwa Otsus adalah langkah yang baik dan ikut mendukung serta diharapkan dapat menjamin eksistensi orang Papua dan kulturnya. 

“Otsus adalah langkah yang baik dan ikut mendukung serta diharapkan dapat menjamin eksistensi orang Papua dan kulturnya.”

Namun, pihaknya mendukung langkah pemerintah dalam Otsus dan siap memberikan pemahaman kepada masyarakat khususnya Papua terkait dampak positif dengan adanya Otsus di Papua.

“Otsus adalah langkah yang baik dan ikut mendukung serta diharapkan dapat menjamin eksistensi orang Papua dan kulturnya. Namun, sebagai sebuah kebijakan harus ada kritik dan dialog,” katanya.

Pada kesempatan itu, Bambang Purwoko mengatakan, orang Papua relatif kurang bisa bersaing dengan orang luar Papua bukan karena SDM Papua yang lemah. “Namun prosesnya yang membuat lemah,” ungkapnya.

Dia mengatakan, dari daerah Papua sendiri faktor yang membuat SDM lemah adalah kesehatan yang rendah dan gizi yang buruk. Hal ini yang akhirnya membuat seseorang sulit untuk menyerap informasi dan pendidikan. “Untuk kekurangan Otsus sebaiknya perlu dikaji atau diperbaiki dan jangan serta merta ditolak,” ungkapnnya.

Bambang menilai penting adanya dialog masalah-masalah untuk mengkaji dan mengkritisi Otsus sehingga bisa memberikan kontribusi dari Otsus. “Adanya problematika dan penting adanya dialog serta bagaimana membuktikan bahwa milenial mampu ikut serta dalam mengelola Otsus lebih baik,” ungkapnya.

You Might Also Like

Resident Victim of Severe Assault in Dekai; Operation Damai Cartenz Police Task Force Pursues Perpetrator

Warga Jadi Korban Penganiayaan Berat di Dekai, Satgas Kepolisian Operasi Damai Cartenz Kejar Pelaku

Youth Forum Urges Papuan Youth to Create and Contribute to the Region

Forum Pemuda Ajak Generasi Muda Papua Berkarya dan Berkontribusi bagi Daerah

Tabi Customary Leader Proposes Dialogue as Solution to Papua Conflict

TAGGED: #pemudapapua
Share This Article
Facebook Email Print
Previous Article Izak Samuel Ongge, Sosok Anak Muda Papua Berprestasi yang Kini Berkarier di Kemendagri
Next Article Menag RI Berikan Penghargaan Kepada Lima Kepala Daerah di Papua
© {year} Suaranewspapua.com
Welcome Back!

Sign in to your account

Lost your password?