By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
Suara News PapuaSuara News PapuaSuara News Papua
Reading: Bupati Asmat Borong Jualan Mama-mama Papua di 4 Kampung Distrik Awyu
Share
Notification Show More
Font ResizerAa
Suara News PapuaSuara News Papua
Font ResizerAa
Have an existing account? Sign In
Follow US
© 2022 Foxiz News Network. Ruby Design Company. All Rights Reserved.
Ekonomi BisnisPemerintahanPeristiwaSosial Budaya

Bupati Asmat Borong Jualan Mama-mama Papua di 4 Kampung Distrik Awyu

SuaraNews Papua
Last updated: 22 Agustus 2020 15:58
SuaraNews Papua 6 tahun ago
Share
SHARE

Suaranewspapua.com,ASMAT – Bupati Kabupaten Asmat, Provinsi Papua Elisa Kambu didampingi istri Susana Kambuaya, memborong seluruh barang jualan mama-mama Papua di empat Kampung di Distrik Awyu, Jumat (21/8).

Kampung yang dikunjungi Bupati Elisa Kambu diantaranya Kampung Sagare, Kampung Baru, Kampung Yefu dan Kampung Wagi.

Jualan yang dipasarkan mama-mama Papua tiga Kampung Distrik Awyu ini adalah hasil bercocok tanam

Selain empat kampung itu, kampung lainya juga berdatangan berjualan di ibu kota Distrik Awyu Kampung Wagi

Sejumlah hasil bercocok tanam seperti, daun singkong, kangkung, kol, ketimun, cabai, pepari, ganemo dan jenis sayur lainnya.

Adapun itu, berbagai macam umbi-umbian, maupun kelapa muda dan pisang.

Tidak hanya itu, selain hasil alam yang dipasarkan mama-mama Papua Wilayah Distrik Awyu Kabupaten Asmat, merekapun, menjual sejumlah hasil kreatifitas anyaman tas noken dan manik-manik lainnya.

Diselah-selah belanja hasil alam dan kreatifitas anyaman mama-mama Papua ini, Bupati Elisa menghimbau kepada warga agar harga jualan mereka harus disesuaikan dengan kebutuhan pasar.

“Harga barang yang dijual, jangan terlalu mahal, harus sesuaikan dengan kemampuan para konsumen, sehingga barang dagangan cepat terjual,” ujarnya.

ata Bupati, Wilayah Distrik Awyu adalah daerah tanahnya sangat cocok untuk menanam dan hasil alam lain sangat banyak.

“Maka itu, manfaatkan alam tersebut untuk tingkatkan perekonomian rumah tangga,” ajaknya.

Lanjut bupati, yang paling utama untuk bercocok tanam adalah untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.

“Kalau ada lebih, silahkan di jual untuk kebutuhan yang lain,” ujar Bupati.

Bupati menambahkan, sentuhan pemerintah untuk mendukung warga bercocok tanam dalam beberapa tahun terakhir di Asmat cukup banyak

“Seperti bantuan pupuk, alat bantuan bercocok tanam, ternak dan lain sebagainya,” akui bupati.

Sementara, bantuan untuk para nelayan yakni longboat 15 PK, bahkan mesin sensor untuk para pekerja bidang pembangunan infastruktur.

Dukungan yang telah diberikan pemerintah terlihat hanya beberapa Kampung Baru yang serius dalam memanfaatkan segala bantuan yang ada.

“Maka dengan itu kedepan pemerintah akan evaluasi dan mendorong kemandirian ekonomi masyarakat,” tutupnya.

You Might Also Like

Gubernur Dorong Anak Kampung Koa Bersekolah di Sekolah Rakyat

Putri Papua Dipercaya Membawa Baki pada Upacara Penurunan Bendera HUT ke-81 RI di Istana Merdeka

Pemprov Papua Tengah Perluas Perlindungan Kesehatan, 50 Ribu Warga Terdaftar JKN

Tokoh Adat Dorong Peningkatan Literasi dan Pendidikan untuk Perkuat Peran Masyarakat Adat dalam Pembangunan

Papua Tengah Perkuat Respons Dugaan Kasus Campak di Dogiyai Melalui Investigasi Lapangan

Share This Article
Facebook Email Print
Previous Article Gubernur Akan Resmikan Kantor KONI dan Wisma Atlet
Next Article Buchtar Tabuni : Lebih Baik Ke Rumah Duka Ketimbang ke Pesta
© {year} Suaranewspapua.com
Welcome Back!

Sign in to your account

Lost your password?