Jumat 14 Juni, 2024
Beranda kesehatan Menko PMK Minta Penyaluran Bansos Papua Dipercepat

Menko PMK Minta Penyaluran Bansos Papua Dipercepat

suaranewspapua.com- MANOKWARI– Pemerintah terus bergerak cepat dalam upaya menanggulangi masalah Covid-19. Sejumlah daerah yang disinyalir memiliki potensi penyebaran kasus tinggi, termasuk beberapa provinsi di wilayah Indonesia Timur seperti Papua dan Papua Barat tak luput menjadi perhatian.

Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Muhadjir Effendy selaku Ketua Dewan Pengarah Gugus Tugas (GT) Penanganan Covid-19 didampingi Ketua Tim GT Nasional Doni Monardo, Menteri Kesehatan Terawan A Putranto, serta pimpinan Komisi VIII dan IX DPR RI terjun langsung ke lapangan untuk meninjau sekaligus melakukan koordinasi bersama pemerintah daerah setempat.

Dalam kunjungannya ke Papua Barat, Menko PMK menekankan persoalan penyaluran bantuan sosial (bansos) dari pusat yang belum tersalurkan 100 persen kepada masyarakat terdampak yang membutuhkan. Hal itu diketahui akibat terkendala akses dan transportasi.

“Ada beberapa kabupaten di Papua Barat yang belum terjangkau bansos karena kesulitan transportasi. Ada juga data yang belum dikirim ke Kemensos. Saya minta ini agar segera dipercepat,” ujarnya saat memimpin Rapat Koordinasi Penanganan Covid-19 Bupati/Walikota se-Provinsi Papua Barat melalui video konferensi di Hotel Aston Niu, Manokwari, Selasa (7/7).

Menurut progres salur Program Bansos regular per 5 Juli 2020 khususnya Program Sembako untuk alokasi Juni di Prov Papua Barat baru mencapai 50,7% dan 42,5% untuk Prov Papua. Sementara bansos nonreguler, Bantuan Sosial Tunai (BST) per-5 Juli 2020, tahap 1 di Provinsi Papua Barat mencapai 57,8 persen, tahap 2 (57,8 persen), dan tahap 3 (23,1 persen). Sedangkan di Provinsi Papua untuk tahap 1 baru mencapai 43,1 persen, tahap 2 (42,4%), dan tahap 3 (20,1 persen).

“Untuk penyaluran program kartu sembako di Papua dan Papua Barat ada 31 kabupaten/kota yang tidak dijangkau Himbara sehingga serapan bansos dari pusat untuk Papua dan Papua Barat termasuk yang masih rendah. Begitupula saat salur BST ada daerah yang lambat salur karena aksesnya sulit. Mekanisme salur bansos di Papua akan segera disesuaikan sehingga bantuan segera dapat diterima masyarakat,” tukas Menko PMK.

Kendati demikian, mantan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan itu sangat mengapresiasi kerja keras dari Pemerintah Provinsi Papua dan Papua Barat, Tim GT Provinsi/Kabupaten/Kota, dan TNI/Polri. Utamanya terkait upaya pencegahan penyebaran Covid-19 dengan melibatkan seluruh elemen termasuk masyarakat awam.

Muhadjir mengakui masalah paling mendasar yang umum terjadi di seluruh wilayah yaitu ketidakdisiplinan masyarakat sehingga penyebaran Covid-19 sulit dikendalikan. Ia pun meminta para pimpinan daerah, baik Walikota, Bupati, maupun Gubernur untuk dapat menjadi contoh dalam menerapkan protokol kesehatan seperti memakai masker, mencuci tangan dengan sabun dan air mengalir, serta menjaga jarak.

“Yang paling penting pakai masker karena berdasarkan penelitian 60 persen mengurangi potensi penularan. Kemudian social distancing harus dijalankan karena itu merupakan standar minimum yang harus dipenuhi,” jelasnya.

Muhadjir juga mengajak seluruh pihak, khususnya TNI/Polri untuk berjaga berperang melawan Covid-19. Tak kalah penting yaitu pengawasan ketat di pasar-pasar tradisional yang sudah dibuka agar para pelaku usaha maupun masyarakat pembeli selalu menetapkan protokol kesehatan.

“Bagaimana pun kita harus memulai sektor ekonomi, terutama usaha kecil dan mikro karena mereka yang paling terdampak selama ini agar tidak menjadi keluarga miskin baru. Maka dari itu, tidak ada pilihan selain mematuhi protokol,” tandasnya.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisment -

Most Popular

Bhayangkari Cabang Intan Jaya Bagikan Bantuan Kepada Masyarakat Di Pedalaman Papua

Sugapa – Bhayangkari Cabang Intan Jaya menggelar Bhayangkari Peduli dengan membagikan bantuan sembako serta Pakaian kepada masyarakat Pedalaman Papua yang bertempat di...

Bhayangkari Peduli Tembus Zona Merah Di Intan Jaya

Sugapa - Ketua Bhayangkari Cabang Intan Jaya, Ny. Yati Afrizal Asri bersama Kapolres Intan Jaya AKBP Afrizal Asri menemui anak-anak di Distrik...

Pressure for Decisive Action Against KKB Following Rusli’s Death in Paniai

Papua- In the aftermath of the tragic incident that claimed the life of Rusli (40) in a shooting carried out by the...

Desakan Tindakan Tegas Terhadap KKB Setelah Tewasnya Rusli di Paniai

Papua — Pasca insiden tragis yang menewaskan Rusli (40) dalam penembakan yang dilakukan oleh Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) di Kabupaten Paniai, Jayapura...

Recent Comments