By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
Suara News PapuaSuara News PapuaSuara News Papua
Reading: Menghapus Keraguan Kehadiran Tiga Pemuda Papua Dalam Ikrar Sumpah Pemuda 28 Oktober 1928
Share
Notification Show More
Font ResizerAa
Suara News PapuaSuara News Papua
Font ResizerAa
Have an existing account? Sign In
Follow US
© 2022 Foxiz News Network. Ruby Design Company. All Rights Reserved.
Uncategorized

Menghapus Keraguan Kehadiran Tiga Pemuda Papua Dalam Ikrar Sumpah Pemuda 28 Oktober 1928

SuaraNews Papua
Last updated: 26 Oktober 2021 17:38
SuaraNews Papua 5 tahun ago
Share
SHARE

“Sumpah Pemuda adalah peristiwa bersejarah yang pernah terjadi di Indonesia pada 28 Oktober 1928. Peristiwa Sumpah Pemuda merupakan suatu pengakuan dari para pemuda Indonesia yang mengikrarkan satu tanah air, satu bangsa, dan satu bahasa.”

Sewaktu ikrar Sumpah Pemuda dilangsungkan, terdapat banyak tokoh yang terlibat di dalamnya. Salah satunya Aitai Karubaba, pemuda asal Papua.
Kehadiran Aitai Karubaba ini menghapuskan keraguan kita masyarakat papua, yang mana kita selalu mendengar berita bahwa tidak ada perwakilan dari Papua sewaktu pengikraran Sumpah Pemuda pada tanggal 28 oktober 1928 lalu.

Hal ini disampaikan oleh Ketua Pemuda Adat Wilayah Saireri II Papua, Ali Kabiay Sabtu 23 Oktober 2021 di Jayapura. Lebih lanjut kata Ali sesungguhnya keinginan rakyat Papua pada saat itu untuk menjadi bagian dari Indonesia telah muncul sejak Sumpah Pemuda, 28 Oktober 1928 silam. Sayangnya, masih ada warga yang beranggapan bahwa peristiwa Sumpah Pemuda tidak dihadiri oleh pemuda dari Papua.

“Banyak Warga Asli Papua Tak Mengetahui Adanya Beberapa Pemuda Papua Ikut Hadir Dan Menjadi Saksi Peristiwa Bersejarah Sumpah Pemuda pada saat Itu.”

Hal ini sangatlah keliru. Karena, pada kenyataannya, tiga pemuda Papua turut hadir dan ikut berikrar bersama para pemuda dari daerah lainnya. Salah satu pemuda Papua yang hadir dalam Kongres Sumpah Pemuda adalah Aitai Karubaba.

Dalam kisah turun temurun yang diketahui bahwa Aitai Karubaba tidak datang seorang diri, ia menghadiri Kongres Sumpah Pemuda bersama dua pemuda Papua lainnya, yaitu Abner Ohee dan Orpa Pallo.

Kisah keterlibatan orang Papua dalam sumpah pemuda pada 28 oktober 1928 lalu menjadi cerita turun temurun dalam keluarga Ohee di Sentani, salah satunya adalah Ketua Barisan Merah Putih Papua Bapak Ramses Ohee. Pada masa lalu sebelum Indonesia merdeka, Papua sudah menjadi bagian dari kerajaan di Nusantara yaitu KESULTANAN TIDORE.

Tiga pemuda asli Papua ada dalam peristiwa bersejarah itu yang melahirkan persatuan dan kesatuan para pemuda untuk mendirikan Negara Kesatuan Republik Indonesia, sayangnya kisah ini diputar balik dengan tujuan membangun opini untuk memisahkan diri dari Indonesia.

“Nyatanya, setiap hari semakin marak saja didengungkan PEMUTAR BALIKAN FAKTA dan KEBOHONGAN, serta PENGELABUAN POLA PIKIR DAN KEBENARAN untuk memisahkan Papua dari Indonesia,” ungkap Ali.

Wilayah Papua ini sangat luas, sehingga harus dipersatukan dengan ideologi yang mengikat seluruh komponen bangsa, yakni IDEOLOGI PANCASILA.

“Ideologi yang tidak sesuai dengan Pancasila sebagai nilai-nilai luhur bangsa, baik KILAFAH MAUPUN OPM SEPARATIS tidak boleh ada karena dapat merusak persatuan dan kesatuan bangsa Indonesia di Papua,”

Sebagai Ketua Pemuda Adat Wilayah Saireri II Papua, dengan tegas saya sampaikan bahwa Sumpah pemuda merupakan Manifestasi Dari Kepeloporan Untuk Mengangkat Harkat dan Martabat orang Papua. Peringatan Hari Sumpah Pemuda dalam sejarah perjuangan bangsa, merupakan momentum histories yang teramat penting dan menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari mata rantai perjuangan bangsa Indonesia.

PEMUDA harus menjadi lokomotif perubahan terutama di era digital sekarang ini. Peringatan Hari Sumpah Pemuda harus menjadi momentum untuk optimalisasi peran pemuda dalam berkontribusi terhadap pembangunan bangsa khususnya di Papua, tuturnya.

You Might Also Like

Resident Victim of Severe Assault in Dekai; Operation Damai Cartenz Police Task Force Pursues Perpetrator

Warga Jadi Korban Penganiayaan Berat di Dekai, Satgas Kepolisian Operasi Damai Cartenz Kejar Pelaku

Youth Forum Urges Papuan Youth to Create and Contribute to the Region

Forum Pemuda Ajak Generasi Muda Papua Berkarya dan Berkontribusi bagi Daerah

Tabi Customary Leader Proposes Dialogue as Solution to Papua Conflict

Share This Article
Facebook Email Print
Previous Article Bermain dan Belajar Bersama, Binmas Noken SI IPAR Cerdaskan Anak-anak Merauke
Next Article Binmas Noken Menyampaikan, “Yahukimo Yang Sempat Memanas, Kini Bersatu Damai Dalam Bercocok Tanam”
© {year} Suaranewspapua.com
Welcome Back!

Sign in to your account

Lost your password?