By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
Suara News PapuaSuara News PapuaSuara News Papua
Reading: Ketua Pemuda Adat Papua Wilayah II Saireri Ungkap Fakta Sejarah Sumpah Pemuda Bagi Orang Papua
Share
Notification Show More
Font ResizerAa
Suara News PapuaSuara News Papua
Font ResizerAa
Have an existing account? Sign In
Follow US
© 2022 Foxiz News Network. Ruby Design Company. All Rights Reserved.
Uncategorized

Ketua Pemuda Adat Papua Wilayah II Saireri Ungkap Fakta Sejarah Sumpah Pemuda Bagi Orang Papua

SuaraNews Papua
Last updated: 26 Oktober 2021 15:26
SuaraNews Papua 5 tahun ago
Share
SHARE

Jayapura- Sumpah Pemuda adalah peristiwa bersejarah yang pernah terjadi di Indonesia pada 28 Oktober 1928. Peristiwa Sumpah Pemuda merupakan suatu pengakuan dari para pemuda Indonesia yang mengikrarkan satu tanah air, satu bangsa, dan satu bahasa. Sewaktu ikrar Sumpah Pemuda dilangsungkan, terdapat banyak tokoh yang terlibat di dalamnya. Salah satunya Aitai Karubaba, pemuda asal Papua.

Kehadiran Aitai Karubaba ini menghapuskan keraguan kita masyarakat papua, yang mana kita selalu mendengar berita bahwa tidak ada perwakilan dari Papua sewaktu pengikraran Sumpah Pemuda pada tanggal 28 oktober 1928 lalu.

Sesungguhnya keinginan rakyat Papua pada saat itu untuk menjadi bagian dari Indonesia telah muncul sejak Sumpah Pemuda, 28 Oktober 1928 silam. Sayangnya, masih ada warga yang beranggapan bahwa peristiwa Sumpah Pemuda tidak dihadiri oleh pemuda Papua.

“Banyak Warga Asli Papua Tak Mengetahui Adanya Beberapa Pemuda Papua Ikut Hadir Dan Menjadi Saksi Peristiwa Bersejarah Sumpah Pemuda pada saat Itu.”

Hal ini sangatlah keliru. Karena, pada kenyataannya, tiga pemuda Papua turut hadir dan ikut berikrar bersama para pemuda dari daerah lainnya. Salah satu pemuda Papua yang hadir dalam Kongres Sumpah Pemuda adalah Aitai Karubaba. Aitai Karubaba tidak datang seorang diri, ia menghadiri Kongres Sumpah Pemuda bersama dua pemuda Papua lainnya, yaitu Abner Ohee dan Orpa Pallo.

Kisah keterlibatan orang Papua dalam sumpah pemuda pada 28 oktober 1928 lalu menjadi cerita turun temurun dalam keluarga Ohee di Sentani, salah satunya adalah Ketua Barisan Merah Putih Papua Bapak Ramses Ohee. Pada masa lalu sebelum Indonesia merdeka, Papua sudah menjadi bagian dari kerajaan di Nusantara yaitu KESULTANAN TIDORE.

Pengetahuan pemuda Papua dikaitkan dengan sejarah sumpah pemuda yang melahirkan Bangsa Indonesia semakin lama semakin dilupakan sejarahnya. Padahal tiga pemuda asli Papua ada dalam hal peristiwa bersejarah itu yang melahirkan persatuan dan kesatuan para pemuda untuk mendirikan Negara Kesatuan Republik Indonesia.

“Nyatanya, setiap hari semakin marak saja didengungkan PEMUTAR BALIKAN FAKTA dan KEBOHONGAN, serta PENGELABUAN POLA PIKIR DAN KEBENARAN untuk memisahkan Papua dari Indonesia,”

Wilayah Papua ini sangat luas, sehingga harus dipersatukan dengan ideologi yang mengikat seluruh komponen bangsa, yakni IDEOLOGI PANCASILA.

“Ideologi yang tidak sesuai dengan Pancasila sebagai nilai-nilai luhur bangsa, baik KILAFAH MAUPUN OPM SEPARATIS tidak boleh ada karena dapat merusak persatuan dan kesatuan bangsa Indonesia di Papua,”

Sebagai Ketua Pemuda Adat Wilayah II Saireri secara keras dan terus menerus saya menolak ideologi separatisme yang terus disuarakan oleh kelompok-kelompok anti Pancasila dan NKRI yakni KNPB, ULMWP maupun TPN-OPM.

Oleh karenanya Sumpah pemuda merupakan Manifestasi Dari Kepeloporan Untuk Mengangkat Harkat dan Martabat orang Papua.

Peringatan Hari Sumpah Pemuda dalam sejarah perjuangan bangsa, merupakan momentum histories yang teramat penting dan menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari mata rantai perjuangan bangsa Indonesia.

Disamping itu, Sumpah Pemuda juga telah memberikan motivasi baru bagi bangsa ini, untuk memperjuangkan nasib dan eksistensinya sebagai sebuah bangsa yang berdaulat, serta memberikan inspirasi terhadap seluruh anak bangsa untuk tetap menjaga Negara Kesatuan Republik Indonesia dari berbagai upaya disintegrasi maupun kolonialisme dan imperialisme di era globalisasi.

“Pemuda harus menjadi lokomotif perubahan terutama di era digital sekarang ini. Peringatan Hari Sumpah Pemuda diharapkan menjadi momentum untuk optimalisasi peran pemuda dalam berkontribusi terhadap pembangunan bangsa khususnya di Papua,” tutup Ali Kabiay.

You Might Also Like

Resident Victim of Severe Assault in Dekai; Operation Damai Cartenz Police Task Force Pursues Perpetrator

Warga Jadi Korban Penganiayaan Berat di Dekai, Satgas Kepolisian Operasi Damai Cartenz Kejar Pelaku

Youth Forum Urges Papuan Youth to Create and Contribute to the Region

Forum Pemuda Ajak Generasi Muda Papua Berkarya dan Berkontribusi bagi Daerah

Tabi Customary Leader Proposes Dialogue as Solution to Papua Conflict

Share This Article
Facebook Email Print
Previous Article PON XX Papua Usai, Binmas Noken Dan Pemuda KNPI Kabupaten Deiyai Tetap Aktif Mengingatkan Protokol Kesehatan Pada Masyarakat
Next Article Bermain dan Belajar Bersama, Binmas Noken SI IPAR Cerdaskan Anak-anak Merauke
© {year} Suaranewspapua.com
Welcome Back!

Sign in to your account

Lost your password?