Papua Selatan – Wakil Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal (Wamendes PDT) mengajak seluruh pemangku kepentingan untuk memperkuat kolaborasi dalam mendorong pemerataan pembangunan di wilayah Papua Selatan.
Dalam pernyataannya, Wamendes PDT menilai bahwa sebagai daerah otonomi baru, Papua Selatan masih menghadapi sejumlah tantangan, terutama terkait keterbatasan infrastruktur dasar, akses layanan publik, serta peningkatan kesejahteraan masyarakat di wilayah pedesaan.
Pemerintah, kata dia, terus berupaya mempercepat pembangunan melalui berbagai program strategis, termasuk optimalisasi pemanfaatan dana desa, peningkatan kapasitas aparatur kampung, serta pengembangan potensi ekonomi lokal berbasis kearifan masyarakat setempat.
“Percepatan pembangunan membutuhkan keterlibatan semua pihak. Sinergi antara pemerintah pusat, daerah, dan masyarakat menjadi faktor penting agar pembangunan dapat berjalan merata dan berkelanjutan,” ujarnya.
Ia juga menekankan pentingnya pendekatan pembangunan yang adaptif terhadap kondisi sosial dan budaya lokal, sehingga setiap program yang dijalankan mampu menjawab kebutuhan riil masyarakat.
Selain itu, aspek transparansi dan pengawasan dinilai krusial untuk memastikan pelaksanaan program pembangunan berjalan efektif dan tepat sasaran.
Dengan kolaborasi yang kuat, pemerintah optimistis Papua Selatan dapat berkembang lebih pesat, sekaligus meningkatkan taraf hidup masyarakat secara menyeluruh.


