By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
Suara News PapuaSuara News PapuaSuara News Papua
Reading: 827 KK Terdampak Banjir dan Longsor di Tolikara, Pemerintah Hadir Dampingi Warga Pulihkan Harapan
Share
Notification Show More
Font ResizerAa
Suara News PapuaSuara News Papua
Font ResizerAa
Have an existing account? Sign In
Follow US
© 2022 Foxiz News Network. Ruby Design Company. All Rights Reserved.
Berita Utama

827 KK Terdampak Banjir dan Longsor di Tolikara, Pemerintah Hadir Dampingi Warga Pulihkan Harapan

SuaraNews Papua
Last updated: 17 Februari 2026 10:37
SuaraNews Papua 6 bulan ago
Share
SHARE

KARUBAGA — Duka menyelimuti warga di Kabupaten Tolikara, Papua Pegunungan, setelah banjir disertai longsor menerjang sejumlah distrik sejak Jumat (6/2) pukul 06.00 WIT. Ratusan keluarga harus menghadapi kenyataan pahit ketika rumah, lahan pertanian, hingga infrastruktur yang menjadi penopang hidup mereka terdampak bencana.

Data sementara dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Tolikara mencatat sebanyak 827 kepala keluarga (KK) terdampak. Kampung-kampung di Distrik Karubaga seperti Kolilan, Ampera, Elsadai, Molera, Gurikme, Kimibur, Kogimage, Losmen, Danggulurik, Kiranage, dan Yalikaluk menjadi wilayah yang paling parah terdampak.

Bencana juga menyentuh warga di Distrik Lianogoma, termasuk Kampung Magerakuk/Leragawi, Longgoboma, Kuburatiri, dan Bogone; Kampung Kai dan Wiyager di Distrik Kai; Kampung Banggeri, Geyaneri, dan Milineri di Distrik Wenam; Kampung Timori di Distrik Geya; serta sejumlah kampung di Distrik Tagineri dan wilayah lainnya di Tolikara.

Mayoritas warga yang terdampak merupakan petani yang menggantungkan hidup pada lahan pertanian dan peternakan. Selain rumah yang terendam dan tertimbun material longsor, lahan kebun rusak, ternak hilang, serta harta benda hanyut terbawa arus. Akses jalan terputus, jembatan ambruk, dan jaringan listrik milik Perusahaan Listrik Negara (PLN) mengalami kerusakan, membuat aktivitas masyarakat lumpuh untuk beberapa hari.

Meski tidak ada korban jiwa, kerugian material diperkirakan mencapai ratusan miliar rupiah. Di balik angka-angka tersebut, tersimpan cerita tentang keluarga yang kehilangan tempat tinggal, anak-anak yang harus berteduh di rumah kerabat, serta para orang tua yang cemas memikirkan keberlangsungan hidup mereka.

Bupati Tolikara Willem Wandik bergerak cepat dengan menerbitkan Surat Pernyataan Bencana Alam Banjir dan Tanah Longsor Nomor 360/25/BUP/2026 tertanggal 7 Februari 2026. Penetapan ini melengkapi Status Siaga 1 yang sebelumnya telah diberlakukan akibat cuaca ekstrem.

Bupati bersama Wakil Bupati Yotam Wonda turun langsung ke lokasi terdampak, didampingi Forkopimda dan jajaran BPBD Tolikara. Selain meninjau kerusakan, mereka juga menyerahkan bantuan darurat serta menyapa warga untuk memastikan kebutuhan dasar terpenuhi.

Kepala BPBD Tolikara Feri Kogoya menegaskan bahwa tim gabungan telah bekerja sejak hari pertama.

“Kami hadir bersama masyarakat. Sejak awal kejadian, tim BPBD bersama TNI/Polri langsung bergerak membuka akses yang terisolasi dan membantu warga. Tantangan geografis Tolikara yang berbukit dan rawan longsor membuat proses pemulihan tidak mudah, tetapi kami berupaya maksimal agar warga bisa kembali beraktivitas,” ujarnya di Karubaga, Sabtu (15/2).

Ia menambahkan, perbaikan jaringan listrik PLN memerlukan waktu sekitar enam hari hingga akhirnya dapat kembali beroperasi. Saat ini, pemerintah daerah memprioritaskan pembenahan akses jalan dan jembatan agar distribusi logistik tidak terhambat. Pendataan kerusakan rumah dan lahan pertanian terus dilakukan untuk memastikan bantuan tepat sasaran.

Pemerintah Kabupaten Tolikara juga masih menunggu analisis cuaca dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Provinsi Papua sebagai dasar langkah lanjutan. Harapan juga disampaikan agar Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) segera melakukan verifikasi lapangan guna mempercepat dukungan dari pemerintah pusat.

“Kami memahami masyarakat mengalami trauma karena bencana terjadi bertubi-tubi. Dukungan dari berbagai pihak sangat dibutuhkan agar Tolikara bisa segera pulih. Pemulihan ini bukan hanya soal infrastruktur, tetapi juga memulihkan semangat dan harapan warga,” kata Feri.

Rangkaian bencana dalam waktu singkat menjadi ujian berat bagi Tolikara. Namun di tengah duka, solidaritas dan kepedulian terus tumbuh. Pemerintah daerah menegaskan komitmennya untuk terus mendampingi masyarakat, membangun kembali yang rusak, serta memastikan setiap keluarga terdampak tidak berjalan sendiri dalam proses pemulihan.

You Might Also Like

From Learning to Sharing a Meal, Tembagapura Police and Peace Cartenz Task Force Inspire Children to Keep Learning

Dari Ruang Belajar hingga Makan Bersama, Polsek Tembagapura dan Satgas Kepolisian Operasi Damai Cartenz Tumbuhkan Semangat Anak-Anak untuk Terus Belajar

South Papua Young Generation Encouraged to Actively Contribute to Regional Development

Generasi Muda Papua Selatan Didorong Aktif Mengisi Pembangunan

Satgas Kepolisian Operasi Damai Cartenz Respons Gangguan Tembakan di Polsek Asologaima, Situasi Kembali Aman

Share This Article
Facebook Email Print
Previous Article Papua Pegunungan Provincial Government Strengthens Oversight of MBG Program with SPPG, Ensures Children Receive Safe and Nutritious Meals
Next Article 827 Families Affected by Floods and Landslides in Tolikara, Government Stands with Residents to Restore Hope
© {year} Suaranewspapua.com
Welcome Back!

Sign in to your account

Lost your password?