By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
Suara News PapuaSuara News PapuaSuara News Papua
Reading: Tokoh Agama Papua Pendeta Yones Wenda Dukung Polri Langsung di Bawah Presiden
Share
Notification Show More
Font ResizerAa
Suara News PapuaSuara News Papua
Font ResizerAa
Have an existing account? Sign In
Follow US
© 2022 Foxiz News Network. Ruby Design Company. All Rights Reserved.
Berita UtamaKeamanan dan Ketertiban

Tokoh Agama Papua Pendeta Yones Wenda Dukung Polri Langsung di Bawah Presiden

SuaraNews Papua
Last updated: 29 Januari 2026 09:42
SuaraNews Papua 7 bulan ago
Share
SHARE

Jayapura – Tokoh agama di Tanah Papua, Pendeta Yones Wenda, menyatakan dukungan penuh agar institusi Polri tetap berada langsung di bawah Presiden dan bukan kementerian.

Dukungan ini muncul di tengah wacana reposisi kelembagaan Polri yang menjadi sorotan publik pada awal tahun 2026.

Pendeta Yones menilai bahwa Presiden merupakan kepala negara yang memegang mandat tertinggi rakyat sehingga posisi kepolisian harus tetap terjaga independensinya dari kepentingan politik sektoral kementerian.

Pernyataan tersebut ditegaskan oleh Pendeta Yones Wenda saat memberikan pandangan rohaninya terkait stabilitas keamanan di Papua, Selasa (27/1/2026).

Ia berpendapat bahwa rantai komando langsung dari Presiden akan menjamin profesionalisme aparat dalam menjalankan fungsi pelayanan dan perlindungan masyarakat.

Hal ini dianggap krusial bagi wilayah Papua yang memiliki tantangan sosial-politik yang sangat spesifik dan membutuhkan kebijakan cepat dari kepala negara.

“Presiden adalah kepala negara kita, bukan kementerian,” ujar Pendeta Yones.

Ia mengkhawatirkan jika Polri berada di bawah kementerian, maka fleksibilitas penanganan keamanan akan terhambat oleh birokrasi yang panjang.

Sebagai tokoh agama, ia mengutamakan rasa aman jemaat dan masyarakat dalam menjalankan aktivitas ibadah maupun kehidupan ekonomi sehari-hari.

Menurutnya, kedudukan Polri langsung di bawah Presiden merupakan salah satu pilar utama yang menjaga netralitas kepolisian dalam berbagai momentum nasional.

“Oleh sebab itu, saya sebagai tokoh agama mendukung Polri tetap langsung di bawah Presiden,” tegas Pendeta Yones.

Kondisi keamanan di Tanah Papua selama ini sangat bergantung pada kebijakan strategis yang diambil secara cepat melalui koordinasi tingkat tinggi.

Pendeta Yones memandang bahwa Polri langsung di bawah Presiden memberikan jaminan transparansi dan akuntabilitas yang lebih kuat.

Ia meyakini bahwa perlindungan hak asasi manusia dan penegakan hukum akan berjalan lebih efektif jika Polri tetap menjadi lembaga mandiri yang bertanggung jawab langsung kepada kepala negara.

Dukungan dari kalangan pemuka agama ini diharapkan Polri tetap langsung di bawah Presiden.

Pendeta Yones mengajak seluruh elemen masyarakat untuk turut menjaga stabilitas keamanan demi keberlanjutan pembangunan di Papua.

“Kita berharao agar Polri terus bertransformasi menjadi lembaga yang semakin dicintai rakyat melalui pelayanan yang tulus dan profesional,” ucapnya.

You Might Also Like

Bripda Jhon Galu Situmorang Injured in Shooting in Tolikara, Operation Peace Cartenz Task Force Develops Investigation

Bripda Jhon Galu Situmorang Terluka Ditembak di Tolikara, Satgas Kepolisian Operasi Damai Cartenz Kembangkan Penyelidikan

Case Review Results: Task Force Operation Peace Cartenz and Yahukimo Police Develop Law Enforcement in the Murder Case of the Late Bripka Anumerta Fredy Lukas Awes

Hasil Gelar Perkara, Satgas Kepolisian Operasi Damai Cartenz dan Polres Yahukimo Kembangkan Penegakan Hukum Kasus Pembunuhan Bripka Anumerta Fredy Lukas Awes

Jokowi Says Papua Has Huge Potential for Industry and Creative Economy

TAGGED: Papua
Share This Article
Facebook Email Print
Previous Article Deputy Minister of Home Affairs Emphasizes Innovation and Public Services Through Papua’s Special Autonomy
Next Article Papuan Religious Leader Reverend Yones Wenda Supports Police Directly Under the President
© {year} Suaranewspapua.com
Welcome Back!

Sign in to your account

Lost your password?