By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
Suara News PapuaSuara News PapuaSuara News Papua
Reading: Tokoh Adat Dogiyai Tegas Tolak Provokasi Kriminal
Share
Notification Show More
Font ResizerAa
Suara News PapuaSuara News Papua
Font ResizerAa
Have an existing account? Sign In
Follow US
© 2022 Foxiz News Network. Ruby Design Company. All Rights Reserved.
Berita UtamaHeadline NewsKAMTIBMAS

Tokoh Adat Dogiyai Tegas Tolak Provokasi Kriminal

SuaraNews Papua
Last updated: 24 Januari 2026 20:10
SuaraNews Papua 7 bulan ago
Share
SHARE

Dogiyai— Tokoh Adat Kabupaten Dogiyai, Papua Tengah, Isak Tebai, menegaskan penolakan keras terhadap kehadiran kelompok-kelompok yang berupaya memicu aksi kriminal dan mengganggu stabilitas keamanan di wilayahnya. Ia melarang segala bentuk provokasi yang dapat merusak kedamaian masyarakat adat Dogiyai.

Pernyataan tersebut disampaikan Isak Tebai sebagai bentuk perlindungan terhadap warga, khususnya generasi muda, agar tidak terpengaruh oleh hasutan kelompok tidak bertanggung jawab yang kerap memanfaatkan kerentanan sosial untuk kepentingan tertentu.

“Saya selaku Tokoh Adat mengecam dengan keras apabila ada kelompok tidak bertanggung jawab, termasuk KKB, yang menghasut pemuda melakukan aksi kriminal,” ujar Isak Tebai melalui pesan tertulis, Jumat (23/1/2026).

Isak menegaskan bahwa tanah Dogiyai merupakan wilayah damai yang menjunjung tinggi nilai kebersamaan dan kearifan lokal sesuai dengan tradisi leluhur masyarakat adat Papua. Menurutnya, keamanan yang kondusif menjadi modal utama bagi masyarakat untuk menjalankan aktivitas ekonomi, pendidikan, serta pelayanan publik tanpa rasa takut.

Ia juga mengingatkan bahwa segala bentuk gangguan keamanan hanya akan membawa dampak negatif, termasuk terhambatnya pembangunan infrastruktur yang saat ini tengah digalakkan pemerintah di Kabupaten Dogiyai.

“Segala bentuk gangguan keamanan hanya akan membawa kemunduran bagi proses pembangunan yang sedang berjalan,” tegasnya.

Dalam upaya mencegah masuknya pengaruh negatif, lembaga adat setempat secara aktif memantau isu-isu yang berkembang di tengah masyarakat. Warga diminta tidak memberi ruang sedikit pun bagi pihak-pihak yang ingin menunjukkan eksistensi melalui tindakan destruktif dan melanggar hukum.

Isak Tebai menilai bahwa provokasi kelompok pengacau keamanan selama ini hanya meninggalkan luka sosial serta kerugian materi bagi masyarakat asli. Oleh karena itu, kekuatan adat dikerahkan untuk memperkuat ketahanan mental warga agar tidak terjebak dalam narasi perlawanan yang berujung pada kriminalitas.

“Saya minta dengan keras agar kelompok tersebut tidak menunjukkan aksi di kabupaten ini karena tanah ini adalah tanah damai,” katanya.

Lebih lanjut, ia mengajak para pemuda Dogiyai untuk fokus mengembangkan potensi diri dan menjaga masa depan mereka dari keterlibatan dalam jaringan kriminal. Menurutnya, sinergi antara tokoh adat, tokoh agama, pemerintah, dan aparat keamanan menjadi kunci utama dalam menjaga ketertiban wilayah.

Isak Tebai juga mengimbau masyarakat untuk segera melaporkan kepada pihak berwenang apabila menemukan indikasi adanya pihak asing atau kelompok tertentu yang mencoba menghasut maupun memaksa warga terlibat dalam agenda radikal.

“Jangan mudah terprovokasi, karena pada akhirnya yang dirugikan adalah masyarakat kita sendiri,” ujarnya.

Ia menutup pernyataannya dengan menegaskan bahwa komitmen damai masyarakat Dogiyai merupakan wujud nyata keinginan bersama untuk meraih kemajuan yang berlandaskan keamanan, persatuan, dan ketertiban yang berkelanjutan.

You Might Also Like

Bripda Jhon Galu Situmorang Injured in Shooting in Tolikara, Operation Peace Cartenz Task Force Develops Investigation

Bripda Jhon Galu Situmorang Terluka Ditembak di Tolikara, Satgas Kepolisian Operasi Damai Cartenz Kembangkan Penyelidikan

Case Review Results: Task Force Operation Peace Cartenz and Yahukimo Police Develop Law Enforcement in the Murder Case of the Late Bripka Anumerta Fredy Lukas Awes

Hasil Gelar Perkara, Satgas Kepolisian Operasi Damai Cartenz dan Polres Yahukimo Kembangkan Penegakan Hukum Kasus Pembunuhan Bripka Anumerta Fredy Lukas Awes

Jokowi Says Papua Has Huge Potential for Industry and Creative Economy

TAGGED: Tokoh Adat Dogiyai Tegas Tolak Provokasi Kriminal
Share This Article
Facebook Email Print
Previous Article Pemuda Kiwirok Tegaskan Penolakan Terhadap Kelompok Pengacau Keamanan
Next Article Pemerintah siapkan 2.714 kuota beasiswa KIP untuk Papua Tengah
© {year} Suaranewspapua.com
Welcome Back!

Sign in to your account

Lost your password?