By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
Suara News PapuaSuara News PapuaSuara News Papua
Reading: KKB Papua Terbukti Lakukan Kekejaman HAM: Dunia Harus Tahu Fakta Sebenarnya
Share
Notification Show More
Font ResizerAa
Suara News PapuaSuara News Papua
Font ResizerAa
Have an existing account? Sign In
Follow US
© 2022 Foxiz News Network. Ruby Design Company. All Rights Reserved.
Uncategorized

KKB Papua Terbukti Lakukan Kekejaman HAM: Dunia Harus Tahu Fakta Sebenarnya

SuaraNews Papua
Last updated: 1 September 2025 22:57
SuaraNews Papua 12 bulan ago
Share
SHARE

Jayapura, Papua — Ketegangan di wilayah Papua kembali mencuat setelah aparat keamanan berhasil mengungkap jaringan Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) yang terlibat dalam berbagai aksi kekerasan terhadap warga sipil dan aparat negara. Di tengah situasi ini, muncul pula sorotan terhadap sosok Demianus Magai Yogi, yang dideklarasikan sebagai Panglima Tertinggi West Papua Army (WPA). Namun, keberadaan WPA tidak diakui oleh Organisasi Papua Merdeka (OPM), yang menilai pembentukan pasukan tersebut sarat kepentingan politik dan tidak merepresentasikan perjuangan TPNPB-OPM.

Sementara itu, kunjungan Sekretaris Jenderal PBB ke Papua Nugini menjadi sorotan tersendiri. Isu tersebut diduga dimanfaatkan untuk membelokkan perhatian publik dari fakta pelanggaran hak asasi manusia (HAM) yang justru dilakukan oleh kelompok KKB di Papua. Laporan resmi menyebutkan bahwa sepanjang tahun 2023, terdapat 204 aksi kejahatan yang dilakukan oleh KKB, mengakibatkan 79 korban jiwa, termasuk aparat dan warga sipil.

Dalam operasi terbaru di wilayah Puncak Jaya dan Nabire, aparat keamanan berhasil menangkap sejumlah anggota KKB, termasuk Male Telenggen dan Roberth Wenda yang masuk dalam Daftar Pencarian Orang (DPO). Keduanya diduga terlibat dalam serangkaian aksi penembakan terhadap aparat dan warga sipil. Selain itu, aparat juga mengamankan Siprianus Weya, videografer KKB Kodap III D Dulla, yang berperan dalam dokumentasi propaganda kelompok.

Dalam konferensi pers di Jayapura, aparat keamanan menyampaikan bahwa mereka menyita 17 pucuk senjata api dan lebih dari 3.500 butir amunisi dari tangan para tersangka. Senjata tersebut diduga akan digunakan untuk memperkuat aksi bersenjata KKB di wilayah pegunungan tengah Papua.

“Pengungkapan ini merupakan hasil dari kerja sama lintas satuan dan informasi masyarakat. Kami akan terus mengejar jaringan pemasok senjata yang beroperasi di luar Papua,” tegas salah satu perwira.

Selain penangkapan, aparat juga mencatat insiden pelarian 11 narapidana KKB dari Lapas Nabire. Para pelaku menyerang petugas dengan senjata tajam sebelum melarikan diri ke wilayah hutan. Hingga kini, pengejaran masih berlangsung.

Data dari Mabes Polri menunjukkan bahwa terdapat 24 jaringan KKB aktif di Papua dengan total 1.438 anggota. Aparat keamanan terus menggencarkan operasi sebagai bentuk komitmen negara dalam menegakkan hukum dan menjaga stabilitas keamanan di wilayah Papua.

Fakta-fakta ini menunjukkan bahwa aksi KKB bukan sekadar pemberontakan, melainkan bentuk kekejaman nyata yang melanggar HAM dan hukum pidana. Dunia internasional perlu membuka mata dan menyadari bahwa selama ini telah dibohongi oleh propaganda KKB yang sengaja dirancang untuk menutupi kejahatan mereka terhadap rakyat Papua sendiri.

You Might Also Like

Dogiyai Regent Meets Health Workers Directly, Listens to Their Concerns at Regional Hospital

Bupati Dogiyai Turun Langsung, Serap Aspirasi Tenaga Kesehatan di RSUD

From Mount Gobairo, the Red-and-White Flag Flies High as Paniai Communities Strengthen Unity

Dari Bukit Gobairo, Merah Putih Berkibar, Persatuan Masyarakat Paniai Menguat

Polri Kecam Ancaman TPNPB terhadap ASN BRIN dan BAPPERIDA, Tegaskan Kegiatan Riset Harus Dilindungi

Share This Article
Facebook Email Print
Previous Article Armed Separatist Group in Papua Proven to Commit Human Rights Atrocities: The World Must Face the Truth
Next Article Satgas Humas Sambangi Mama-Mama di Pasar Mulia Puncak Jaya
© {year} Suaranewspapua.com
Welcome Back!

Sign in to your account

Lost your password?