By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
Suara News PapuaSuara News PapuaSuara News Papua
Reading: “Training as Healing”, Upaya Pemerintah Pulihkan Trauma Guru Papua Akibat Aksi KKB
Share
Notification Show More
Font ResizerAa
Suara News PapuaSuara News Papua
Font ResizerAa
Have an existing account? Sign In
Follow US
© 2022 Foxiz News Network. Ruby Design Company. All Rights Reserved.
Uncategorized

“Training as Healing”, Upaya Pemerintah Pulihkan Trauma Guru Papua Akibat Aksi KKB

SuaraNews Papua
Last updated: 2 Juli 2025 18:36
SuaraNews Papua 1 tahun ago
Share
SHARE

Kekerasan yang terjadi pada Jumat, 21 Maret 2025, sekitar pukul 16.00 WIT, di Distrik Anggruk, Kabupaten Yahukimo, Papua Pegunungan, meninggalkan luka mendalam bagi dunia pendidikan di Tanah Papua. Aksi brutal Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) tak hanya mengancam nyawa, tetapi juga menghancurkan semangat dan mental para guru yang telah mendedikasikan hidup mereka untuk mencerdaskan generasi muda di wilayah pedalaman.

Para guru yang selama ini menjadi pilar utama pendidikan di wilayah konflik kini harus bergelut dengan trauma berat. Ketakutan akan ancaman serangan, kehilangan rasa aman, dan tekanan psikologis akibat peristiwa tersebut membuat banyak dari mereka enggan kembali ke ruang kelas.

Melihat kondisi ini, Kementerian Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Kemenko PMK) bekerja sama dengan Himpunan Psikologi Indonesia (HIMPSI) merancang langkah konkret untuk memulihkan kondisi para tenaga pendidik terdampak. Salah satu upaya nyata tersebut diwujudkan dalam program bertajuk “Training as Healing” sebuah pelatihan pemulihan trauma yang ditujukan secara khusus bagi guru-guru korban kekerasan bersenjata.

Kegiatan ini dilaksanakan selama empat hari di Kota Jayapura, dengan pendekatan psikososial yang dirancang untuk membantu para peserta mengelola trauma, meningkatkan ketahanan mental, serta memulihkan kembali semangat dan motivasi mereka sebagai pendidik.

Program ini terbukti memberikan dampak positif. Meskipun belum sepenuhnya pulih secara psikologis, sebanyak 80 guru peserta pelatihan mulai menunjukkan perubahan sikap dan keberanian untuk kembali mengajar, meskipun tidak di lokasi yang sama dengan tempat kejadian.

Salah satu peserta pelatihan, Vantiana, mengungkapkan rasa syukurnya setelah mengikuti program ini:

“Saya sempat tidak ingin kembali mengajar. Setiap malam saya terbayang suara tembakan dan tangis murid-murid. Tapi setelah mengikuti pelatihan ini, saya mulai belajar menerima, memaafkan, dan bangkit kembali. Kini saya siap mengajar lagi, meski tidak di tempat yang sama,” ujar Vantiana.

Pemerintah berharap, program “Training as Healing” menjadi model pemulihan trauma yang berkelanjutan, khususnya di wilayah-wilayah rawan konflik di Papua. Pelatihan ini tidak hanya menyentuh aspek psikologis, tetapi juga menjadi ruang aman bagi para guru untuk saling berbagi pengalaman, memperkuat solidaritas, dan merumuskan langkah ke depan bersama-sama.

Deputi bidang Koordinasi Peningkatan Kualitas Pendidikan dan Moderasi Beragama Kemenko PMK menyatakan bahwa program ini adalah bentuk komitmen pemerintah terhadap perlindungan tenaga pendidik sebagai ujung tombak pembangunan sumber daya manusia di Papua.

“Guru adalah pahlawan tanpa tanda jasa, dan mereka tidak boleh berjuang sendiri. Negara hadir untuk memulihkan dan menguatkan mereka.”

Program ini juga mendapat apresiasi dari pemerintah daerah dan tokoh pendidikan Papua yang berharap agar kegiatan serupa dapat dilakukan secara berkala, tidak hanya sebagai respons terhadap tragedi, tetapi juga sebagai langkah preventif dalam menghadapi potensi gangguan keamanan terhadap dunia pendidikan di Papua.

Dengan adanya program ini, diharapkan benih-benih harapan yang sempat layu karena kekerasan dapat kembali tumbuh, dan semangat mengabdi para guru tetap menyala demi masa depan Papua yang lebih cerah dan damai.

You Might Also Like

Resident Victim of Severe Assault in Dekai; Operation Damai Cartenz Police Task Force Pursues Perpetrator

Warga Jadi Korban Penganiayaan Berat di Dekai, Satgas Kepolisian Operasi Damai Cartenz Kejar Pelaku

Youth Forum Urges Papuan Youth to Create and Contribute to the Region

Forum Pemuda Ajak Generasi Muda Papua Berkarya dan Berkontribusi bagi Daerah

Tabi Customary Leader Proposes Dialogue as Solution to Papua Conflict

Share This Article
Facebook Email Print
Previous Article Ahead of July 1st, Yahukimo Police Conduct Joint Patrol to Anticipate Security Threats
Next Article “Training as Healing”, Government Efforts to Restore Papuan Teacher Trauma Due to KKB Action
© {year} Suaranewspapua.com
Welcome Back!

Sign in to your account

Lost your password?