By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
Suara News PapuaSuara News PapuaSuara News Papua
Reading: UGM dan Peneliti Jerman Temukan Tujuh Spesies Lobster Baru di Papua Barat
Share
Notification Show More
Font ResizerAa
Suara News PapuaSuara News Papua
Font ResizerAa
Have an existing account? Sign In
Follow US
© 2022 Foxiz News Network. Ruby Design Company. All Rights Reserved.
Uncategorized

UGM dan Peneliti Jerman Temukan Tujuh Spesies Lobster Baru di Papua Barat

SuaraNews Papua
Last updated: 21 Juni 2025 21:38
SuaraNews Papua 1 tahun ago
Share
SHARE

Jakarta – Tujuh spesies baru lobster baru berhasil ditemukan di wilayah Papua Barat. Kekayaan fauna laut ini diidentifikasi oleh peneliti Universitas Gadjah Mada (UGM), peneliti independen asal Jerman, dan Museum für Naturkunde, Berlin, Jerman.
Lokasi penemuan terletak di sejumlah area terpencil di Misool, Kaimana, Fakfak, dan Teluk Bintuni; daerah dengan ekosistem air tawar yang alami dan minim aktivitas eksploitasi.

“Papua adalah hotspot keanekaragaman hayati yang masih menyimpan banyak misteri. Penemuan ini hanya sebagian kecil dari potensi luar biasa yang belum tereksplorasi,” ungkap Dr Rury Eprilurahman S Si M Sc, dosen Fakultas Biologi UGM sekaligus penulis kedua studi ini, dikutip dari laman kampus, Sabtu (21/6/2025).

Ketujuh spesies tersebut yakni Cherax veritas, Cherax arguni, Cherax kaimana, Cherax nigli, Cherax bomberai, Cherax farhadii, dan Cherax doberai. Tak hanya melihat bentuk tubuh dan warna, Rury menjelaskan, peneliti juga membandingkan DNA antar lobster untuk memastikan bahwa setiap individu benar-benar spesies yang berbeda satu sama lain.

Setiap spesies lobster baru ini punya ciri khas sendiri, baik capit (chelae), struktur moncong (rostrum), serta warna tubuhnya. Rury menjelaskan, ciri morfologis tersebut juga bantu menunjukkan perbedaan spesies baru dari kerabat dekatnya.

“Misalnya Cherax arguni memiliki tubuh dominan biru gelap dengan belang krem, serta capit dengan patch putih transparan yang khas,” terangnya.

Berdasarkan analisis DNA dan morfologi, ketujuh spesies lobster baru tersebut masuk kelompok Cherax bagian utara (northern lineage). Kelompok ini sebelumnya sudah terdiri dari 28 spesies.

Klasifikasi ini menunjukkan bahwa wilayah Papua Barat menjadi pusat evolusi bagi kelompok ini, berbeda dari spesies yang ada di Australia atau Papua Nugini.

Tolong terjemahkan narasi diatas kedalam versi yang berbeda sesuai dengan penulisan wartawan

You Might Also Like

Dogiyai Regent Meets Health Workers Directly, Listens to Their Concerns at Regional Hospital

Bupati Dogiyai Turun Langsung, Serap Aspirasi Tenaga Kesehatan di RSUD

From Mount Gobairo, the Red-and-White Flag Flies High as Paniai Communities Strengthen Unity

Dari Bukit Gobairo, Merah Putih Berkibar, Persatuan Masyarakat Paniai Menguat

Polri Kecam Ancaman TPNPB terhadap ASN BRIN dan BAPPERIDA, Tegaskan Kegiatan Riset Harus Dilindungi

Share This Article
Facebook Email Print
Previous Article Biak Numfor Regency Boosts Tax and Levy Collection to Reach IDR 44 Billion PAD Target in 2025
Next Article UGM and German Researchers Discover Seven New Lobster Species in West Papua
© {year} Suaranewspapua.com
Welcome Back!

Sign in to your account

Lost your password?