By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
Suara News PapuaSuara News PapuaSuara News Papua
Reading: Pemprov Papua Tengah Gerak Cepat Tangani Dampak Konflik, Bantuan dan Tim Terpadu Dikerahkan ke Mulia
Share
Notification Show More
Font ResizerAa
Suara News PapuaSuara News Papua
Font ResizerAa
Have an existing account? Sign In
Follow US
© 2022 Foxiz News Network. Ruby Design Company. All Rights Reserved.
ApresiasiBerita UtamaHeadline NewsHukum&KriminalKeamanan dan KetertibanKeberhasilan

Pemprov Papua Tengah Gerak Cepat Tangani Dampak Konflik, Bantuan dan Tim Terpadu Dikerahkan ke Mulia

SuaraNews Papua
Last updated: 25 April 2026 12:15
SuaraNews Papua 4 bulan ago
Share
SHARE

Puncak Jaya — Pemerintah Provinsi (Pemprov) Papua Tengah mengambil langkah cepat dalam merespons dampak konflik sosial bersenjata yang terjadi di wilayah Kabupaten Puncak. Pada Kamis (23/4/2026), bantuan logistik bersama tim terpadu lintas sektor resmi dikirim ke Mulia, Kabupaten Puncak Jaya, guna membantu warga terdampak.

Pengiriman bantuan ini merupakan tindak lanjut dari Surat Keputusan Bupati Puncak Nomor 300.2.1/48/Tahun 2026 tentang penetapan status tanggap darurat akibat konflik bersenjata yang terjadi di Distrik Kembru dan Distrik Pogoma. Konflik tersebut telah memicu gelombang pengungsian warga ke sejumlah wilayah yang dinilai lebih aman, di antaranya Distrik Sinak (Kabupaten Puncak) dan Distrik Mulia (Kabupaten Puncak Jaya).

Dalam upaya penanganan yang komprehensif, Pemprov Papua Tengah membentuk Tim Terpadu yang melibatkan berbagai instansi, seperti Dinas Sosial, BPBD dan Pemadam Kebakaran, Dinas Kesehatan, serta Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak. Tim ini bertugas memastikan seluruh kebutuhan dasar para pengungsi dapat terpenuhi secara cepat, tepat, dan terkoordinasi.

Kepala Dinas Sosial Provinsi Papua Tengah, Roni Misikmbo, menyampaikan bahwa fokus utama penanganan saat ini adalah keselamatan dan pemulihan kondisi para korban, khususnya yang mengalami luka-luka.

“Penanganan kami prioritaskan pada korban yang membutuhkan perawatan medis. Saat ini mereka dirawat di beberapa fasilitas kesehatan di Mulia, Sinak, Nabire, hingga Jayapura,” ujarnya.

Selain penanganan medis, perhatian juga diberikan pada aspek psikososial. Tim dari Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak turut memberikan pendampingan kepada para pengungsi, terutama perempuan dan anak-anak yang rentan mengalami trauma akibat konflik.

Langkah terpadu ini menunjukkan keseriusan pemerintah dalam memastikan seluruh korban terdampak mendapatkan perlindungan dan layanan yang memadai, baik dari sisi kesehatan, kebutuhan logistik, maupun pemulihan psikologis.

Dengan sinergi lintas sektor yang terus diperkuat, diharapkan kondisi para pengungsi dapat segera pulih dan situasi di wilayah terdampak konflik berangsur kembali kondusif.

You Might Also Like

Pemerintah Didorong Percepat Pemulihan Pascakonflik di Jayawijaya

Task Force Operation Peace Cartenz Receives 2,500 Packages of Bags and Stationery for Papuan Children

Satgas Operasi Damai Cartenz Terima 2.500 Paket Tas dan Alat Tulis untuk Anak-anak Papua

Jayapura Community Figures Condemn Violent Actions at the Baliem Valley Cultural Festival

Tokoh Masyarakat Jayapura Kecam Aksi Kekerasan di Festival Budaya Lembah Baliem

TAGGED: #kamtibmas, #papua, HUMANIS, keberhasilan, Papua
Share This Article
Facebook Email Print
Previous Article Papuan Community Leader Supports Damai Cartenz Task Force in Maintaining Public Security
Next Article Central Papua Provincial Government Moves Quickly to Handle the Impact of Conflict, Aid and Integrated Team Deployed to Mulia
© {year} Suaranewspapua.com
Welcome Back!

Sign in to your account

Lost your password?