Papua – Upaya peningkatan kualitas sumber daya manusia di Papua terus menunjukkan tren positif melalui penguatan kebijakan afirmatif serta kolaborasi lintas sektor. Pemerintah bersama pemangku kepentingan pendidikan dan industri kini semakin fokus memperluas akses pendidikan tinggi sekaligus memastikan kesesuaiannya dengan kebutuhan dunia kerja.
Salah satu langkah konkret diwujudkan melalui alokasi 700 kuota beasiswa afirmasi pendidikan tinggi tahun 2026 bagi Provinsi Papua Barat. Kebijakan ini menjadi bagian dari komitmen untuk membuka peluang lebih luas bagi generasi muda Papua melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi.
Sekretaris Dinas Pendidikan Papua Barat, Sudjanti Kamat, menyampaikan bahwa pelaksanaan program tahun ini dilakukan lebih awal guna menyesuaikan dengan jadwal seleksi nasional masuk perguruan tinggi.
“Penyesuaian ini bertujuan memberikan kepastian bagi peserta serta memastikan proses seleksi berjalan lebih efektif dan tepat sasaran,” ujarnya.
Selain memperluas akses, pemerintah juga menyiapkan pembekalan bagi calon penerima beasiswa sebelum memasuki dunia perkuliahan. Langkah ini ditujukan untuk meningkatkan kesiapan akademik sekaligus kemampuan adaptasi mahasiswa.
“Kami ingin memastikan mahasiswa tidak hanya diterima, tetapi juga mampu menyelesaikan studi dengan baik,” kata Sudjanti.
Dukungan pembiayaan program berasal dari pemerintah pusat dan diperkuat oleh pemerintah daerah melalui skema dana otonomi khusus. Setiap penerima beasiswa juga mendapatkan bantuan tambahan guna menunjang kebutuhan akademik selama menempuh pendidikan, sehingga keberlanjutan studi dapat terjaga hingga selesai.
Di sisi lain, penguatan kualitas pendidikan di Papua juga didorong melalui sinergi antara perguruan tinggi dan sektor industri. Universitas Cenderawasih menjalin kemitraan strategis dengan PT Freeport Indonesia dalam membangun ekosistem pendidikan yang inklusif dan berkelanjutan.
Rektor Universitas Cenderawasih, Oscar Oswald O. Wambrauw, menilai kolaborasi tersebut sebagai langkah penting dalam meningkatkan mutu pendidikan tinggi di Papua.
“Sinergi ini merupakan komitmen nyata untuk menghasilkan lulusan yang unggul, adaptif, dan siap menghadapi tantangan masa depan,” ujarnya.
Sementara itu, Presiden Direktur PT Freeport Indonesia, Tony Wenas, menekankan pentingnya keselarasan antara dunia pendidikan dan kebutuhan industri.
“Kerja sama ini memungkinkan terciptanya SDM yang kompeten sesuai kebutuhan industri tanpa mengabaikan standar akademik,” katanya.
Melalui berbagai langkah strategis tersebut, pembangunan sektor pendidikan di Papua terus bergerak maju dan menjadi fondasi penting dalam menciptakan generasi unggul yang berdaya saing.


