JAYAPURA – Wakil Gubernur Papua, Aryoko Rumaropen, secara resmi melepas ekspor perdana sebanyak 17,8 ton produk tuna olahan tujuan Amerika Serikat melalui Pelabuhan Jayapura, Selasa.
Pelepasan ekspor tersebut menjadi momentum penting bagi sektor kelautan dan perikanan Papua, sekaligus menandai bahwa hasil perikanan nelayan dan pelaku usaha setempat telah mampu memenuhi standar mutu dan keamanan pangan internasional.
“Pelepasan ekspor ini menjadi tonggak penting bagi kemajuan sektor kelautan dan perikanan di Papua. Ini membuktikan bahwa produk kita mampu bersaing dan diterima di pasar global,” kata Aryoko usai prosesi pelepasan.
Menurutnya, pengiriman dengan volume mencapai 17,8 ton tersebut tidak hanya menunjukkan kesiapan industri pengolahan perikanan di Papua, tetapi juga memberikan nilai ekonomi yang signifikan bagi daerah. Sektor kelautan dan perikanan, lanjutnya, merupakan salah satu kekuatan utama dalam mendorong pertumbuhan ekonomi Papua.
“Laut Papua bukan hanya sumber kehidupan masyarakat, tetapi juga sumber kekuatan ekonomi yang mampu menembus pasar dunia,” ujarnya.
Wagub menambahkan, keberhasilan ekspor ini merupakan hasil kolaborasi antara pemerintah daerah, pelaku usaha, serta nelayan yang terus meningkatkan kualitas produksi dan tata kelola usaha perikanan. Pemerintah Provinsi Papua berkomitmen untuk terus mendorong hilirisasi produk perikanan agar memiliki nilai tambah sebelum dipasarkan ke luar negeri.
Selain membuka akses pasar internasional, ekspor perdana ini juga diharapkan mampu meningkatkan kesejahteraan nelayan, memperluas lapangan kerja, serta memperkuat citra Papua sebagai salah satu daerah penghasil komoditas perikanan unggulan di Indonesia.
Ke depan, Pemerintah Provinsi Papua menargetkan peningkatan volume ekspor serta perluasan pasar tujuan, sehingga potensi kelautan Papua dapat dimanfaatkan secara optimal dan berkelanjutan demi kesejahteraan masyarakat.


