Papua – Wakil Presiden RI Gibran Rakabuming Raka batal melakukan kunjungan kerja ke Kabupaten Yahukimo, Papua Pegunungan, Rabu (14/1/2026).
Kondisi itu dikarenakan Tentara Pembebasan Nasional Papua Barat-Organisasi Papua Merdeka (TPNPB-OPM) mengancam akan menembak pesawat rombongan Papua.
Terkait hal itu, tokoh dan aktivis Papua menegaskan konflik yang terjadi di sana bukan masalah sepele.
Hal itu disampaikan Direktur Yayasan Keadilan dan Keutuhan Manusia Papua, Theo Hesegem
Ia menyoroti batalnya kunjungan Gibran ke Yahukimo dengan alasan keamanan.
Dengan begitu, Theo menegaskan bahwa persoalan di Papua tidak bisa dianggap mudah.
Bahkan permasalahan di Papua tak bisa diselesaikan dengan acara seremonial.
Oleh sebab itu, Theo mengkritik kunjungan Gibran ke Papua pada 13-14 Januari 2026.
Ia menyoroti aktivitas Gibran ke Papua yang dinilainya hanya sebatas seremonial.
Pasalnya saat kunjungan ke Papua, Gibran hanya bermain sepak bola, mengunjungi pasar dan sekolah saja.
Sebaliknya, Theo berharap Gibran berdialog dengan mereka yang berbeda pandangan politik seperti Dewan Adat Papua hingga tokoh OPM sekaligus.
“Batalnya kunjungan Wakil Presiden ke Yahukimo menunjukan bahwa ada masalah serius yang harus diselesaikan oleh negara dan tidak itu tidak bisa melalui kunjungan seremonial bermain bola, kunjungi pasar dan sekolah saja, tapi harus ada dialog dengan mereka yang berbeda pandangan politik seperti Dewan Adat Papua (DAP), fraksi politik, aktivis HAM atau tokoh OPM sekalipun,” kata Theo.
Diketahui sebelumnya, Juru bicara TPNPB-OPM Sebby Sambom menebar teror dengan menembaki pesawat komersial.
Penembakan itu dilakukan sebagai peringatan agar Wapres tidak berkunjung ke Yahukimo.
”Penembakan pesawat ini merupakan peringatan kepada Wapres Gibran Rakabuming untuk tidak memasuki wilayah perang di Yahukimo,” ujar Sebby.


