By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
Suara News PapuaSuara News PapuaSuara News Papua
Reading: Tenun Terfo Jadi Kebanggaan Baru Pelajar Sarmi, Kadisdikbud Dorong Masuk Kurikulum Sekolah
Share
Notification Show More
Font ResizerAa
Suara News PapuaSuara News Papua
Font ResizerAa
Have an existing account? Sign In
Follow US
© 2022 Foxiz News Network. Ruby Design Company. All Rights Reserved.
Berita Utama

Tenun Terfo Jadi Kebanggaan Baru Pelajar Sarmi, Kadisdikbud Dorong Masuk Kurikulum Sekolah

SuaraNews Papua
Last updated: 29 November 2025 22:28
SuaraNews Papua 9 bulan ago
Share
SHARE

SARMI — Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Sarmi, Provinsi Papua, Fransina Padwa, meninjau langsung hari ketiga pelatihan Tenun Kain Terfo yang diikuti para siswi dari jenjang SD, SMP hingga SMA/SMK di Aula GKI St. Antonius Sarmi, Jumat (28/11/2025). Kunjungan tersebut menjadi wujud nyata dukungan dinas dalam menjaga sekaligus menghidupkan kembali warisan budaya lokal di tengah generasi muda.

Sejak memasuki aula, Fransina menyapa para peserta satu per satu, memberi semangat agar mereka terus belajar, berlatih, dan mencintai budaya yang menjadi identitas daerah mereka. Menurutnya, pelatihan ini lebih dari sekadar mengenalkan keterampilan menenun—ini adalah langkah penting untuk menumbuhkan kebanggaan terhadap Tenun Terfo, tenun khas Sarmi yang sarat sejarah dan nilai kultural.

Antusiasme para siswa dari delapan sekolah peserta menjadi perhatian tersendiri bagi Kadis. Ia menilai semangat mereka menunjukkan bahwa pelatihan ini mampu menanamkan kecintaan terhadap budaya lokal sekaligus membangun karakter di tengah cepatnya arus globalisasi.

Dalam dialog singkat, beberapa siswa mengungkapkan rasa gembira karena bisa belajar langsung dari pengrajin terampil.
“Ini pengalaman baru dan menyenangkan. Kami ingin bisa membuat kain sendiri,” ujar salah satu siswi SMA dengan penuh semangat.

Pelatihan yang digagas oleh Bidang Kebudayaan Disdikbud Sarmi ini menghadirkan pelatih lokal berpengalaman yang mengajarkan berbagai materi, mulai dari pengenalan alat tenun, teknik dasar merangkai benang, hingga makna di balik setiap motif khas Sarmi.

Fransina berharap kegiatan seperti ini tidak berhenti sebagai agenda tahunan semata. Ia mendorong sekolah-sekolah untuk mengembangkan kegiatan ekstrakurikuler menenun agar Tenun Terfo tidak hanya dipelajari saat pelatihan, tetapi benar-benar menjadi bagian dari pendidikan seni dan budaya.

Dengan pembelajaran budaya yang ditanamkan sejak dini, generasi muda Sarmi diharapkan tumbuh sebagai penjaga dan penerus nilai adat serta identitas lokal yang kaya dan membanggakan warisan yang akan mereka bawa hingga masa depan.

You Might Also Like

Bripda Jhon Galu Situmorang Injured in Shooting in Tolikara, Operation Peace Cartenz Task Force Develops Investigation

Bripda Jhon Galu Situmorang Terluka Ditembak di Tolikara, Satgas Kepolisian Operasi Damai Cartenz Kembangkan Penyelidikan

Case Review Results: Task Force Operation Peace Cartenz and Yahukimo Police Develop Law Enforcement in the Murder Case of the Late Bripka Anumerta Fredy Lukas Awes

Hasil Gelar Perkara, Satgas Kepolisian Operasi Damai Cartenz dan Polres Yahukimo Kembangkan Penegakan Hukum Kasus Pembunuhan Bripka Anumerta Fredy Lukas Awes

Jokowi Says Papua Has Huge Potential for Industry and Creative Economy

TAGGED: HUMANIS, Papua
Share This Article
Facebook Email Print
Previous Article Pelindo Presents Clean Electricity in Ausem Papua Village, Supports Sustainable Energy
Next Article Sarmi Students Embrace Terfo Weaving, Education Chief Pushes for School Integration
© {year} Suaranewspapua.com
Welcome Back!

Sign in to your account

Lost your password?