Dari Pedalaman Papua, Yosea Mirin Raih Gelar Sarjana di Universitas Dinamika Surabaya

Kisah inspiratif datang dari Yosea Mirin, pemuda asal pedalaman Papua yang berhasil menempuh pendidikan tinggi dan meraih gelar sarjana dari Universitas Dinamika (Undika) Surabaya. Ia menjadi salah satu wisudawan dalam Wisuda ke-55 Undika.
Yosea merupakan lulusan Program Studi S1 Teknik Komputer, dan menjadi salah satu mahasiswa yang berasal dari wilayah Indonesia Timur, tepatnya dari Kampung Ila, Distrik Korupun, Kabupaten Yahukimo, Papua. Perjalanan Yosea menuju bangku sarjana tidaklah mudah ia tumbuh di daerah terpencil dengan segala keterbatasan akses transportasi, pendidikan, dan teknologi.
“Saya berasal dari kampung kecil bernama Ila. Di sana, kami hidup sederhana dan bergantung pada hasil bumi seperti ubi, keladi, sayur-sayuran, dan buah-buahan. Namun, saya selalu percaya bahwa pendidikan bisa mengubah masa depan,” ujar Yosea saat ditemui usai wisuda.
Sejak kecil, Yosea sudah menunjukkan semangat belajar yang tinggi. Dengan dukungan keluarga dan dorongan dari para guru di kampungnya, ia memberanikan diri merantau ke Surabaya untuk menempuh pendidikan tinggi di Undika. Di tengah adaptasi dengan lingkungan baru yang jauh berbeda, Yosea terus berjuang hingga akhirnya berhasil menyelesaikan studinya.
Kini, setelah resmi menyandang gelar sarjana, Yosea bertekad kembali ke Papua untuk berkontribusi dalam pembangunan daerahnya, terutama di bidang teknologi dan digitalisasi masyarakat.
“Saya ingin pulang dan membangun. Banyak potensi di Papua yang bisa dikembangkan jika kita memiliki akses teknologi yang baik. Saya ingin membantu membuka peluang baru bagi masyarakat di sana,” ungkapnya penuh semangat.
Menurutnya, ilmu dan pengalaman yang ia dapatkan selama kuliah bukan hanya untuk dirinya sendiri, tetapi juga menjadi tanggung jawab moral untuk membawa perubahan positif bagi kampung halamannya.
“Saya pulang bukan hanya membawa ijazah, tapi juga harapan. Harapan agar anak-anak di kampung saya percaya bahwa mereka juga bisa seperti saya, bahkan lebih,” tutur Yosea.
Kisah Yosea menjadi cerminan nyata bahwa semangat, kerja keras, dan pendidikan mampu membuka jalan bagi siapa pun, tanpa memandang dari mana mereka berasal. Dari pedalaman Papua, Yosea membuktikan bahwa mimpi besar dapat tumbuh di tempat yang sederhana asalkan ada tekad untuk memperjuangkannya.




