By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
Suara News PapuaSuara News PapuaSuara News Papua
Reading: Papua: Masyarakat Adat Desak MK Sahkan Hasil PSU Pilgub
Share
Notification Show More
Font ResizerAa
Suara News PapuaSuara News Papua
Font ResizerAa
Have an existing account? Sign In
Follow US
© 2022 Foxiz News Network. Ruby Design Company. All Rights Reserved.
Berita Utama

Papua: Masyarakat Adat Desak MK Sahkan Hasil PSU Pilgub

SuaraNews Papua
Last updated: 5 September 2025 13:41
SuaraNews Papua 12 bulan ago
Share
SHARE

Jayapura, – Perwakilan masyarakat adat dari tujuh wilayah di Tanah Papua yang berdomisili di Provinsi Papua mendesak Mahkamah Konstitusi (MK) segera memutuskan hasil Pemungutan Suara Ulang (PSU) Pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur Papua.

Desakan itu disampaikan dalam aksi bertajuk “Rakyat Bersuara” di Jayapura, Rabu (3/9/2025). Pernyataan sikap dibacakan oleh Ondofolo Ismail Isak Mebri dari Kampung Yoka, Sentani, yang juga menjabat sebagai Dewan Presidium Masyarakat Adat Tabi, mewakili tokoh adat, kepala suku, tokoh agama, tokoh perempuan, dan tokoh pemuda.

Ada empat poin utama yang disuarakan masyarakat adat.

PSU Sudah Selesai dan Jurdil

Menurut Mebri, PSU Pilgub Papua telah berlangsung aman, tertib, jujur, dan adil. Proses itu menghasilkan pasangan terpilih Komjen Pol (Purn.) Mathius D. Fakhiri, S.IK., M.H., dan Aryoko Rumaropen, S.P., M.Eng.

“Kami mengakui bahwa proses hukum di MK adalah hak setiap warga negara, namun kami menilai ini hanya membuang waktu, energi, dan membosankan. Kami mendesak MK segera mengesahkan hasil PSU tanpa perlu PSU ketiga kalinya,” tegas Mebri.

Rakyat Butuh Pembangunan, Bukan PSU Lagi
Masyarakat menilai anggaran negara seharusnya difokuskan untuk pembangunan dan kesejahteraan rakyat, bukan untuk mengulang PSU.

“Hampir dua tahun kami hidup tanpa gubernur definitif. Anggaran habis untuk PSU, sementara rakyat Papua mengalami kesulitan pelayanan kesehatan, pendidikan, dan ekonomi yang kian terpuruk. Papua seperti dalam keadaan gelap,” ujar Mebri.

Rakyat Jadi Korban Politik

Dalam pernyataan poin ketiga, masyarakat adat menilai rakyat telah menjadi korban tarik-menarik kepentingan elite politik.

“Uang rakyat habis untuk urusan politik penuh rekayasa dan retorika. Rakyat sudah muak. Karena itu, kami mendesak MK segera menetapkan hasil PSU demi menyelamatkan rakyat Papua dari kesulitan berkepanjangan,” kata Mebri.

Seruan Kompromi Politik

Selain mendesak MK, masyarakat adat juga menyerukan agar dua pasangan calon yang masih bersengketa di MK mengambil jalur kompromi politik.

“Rakyat Papua butuh kepastian, bukan konflik politik yang berkepanjangan. Demi masa depan lima tahun ke depan, kami berharap kedua pasangan bisa kompromi dan menghentikan sengketa,” ungkapnya.

You Might Also Like

Satgas Kepolisian Operasi Damai Cartenz Respons Gangguan Tembakan di Polsek Asologaima, Situasi Kembali Aman

Putri Papua Dipercaya Membawa Baki pada Upacara Penurunan Bendera HUT ke-81 RI di Istana Merdeka

Pemprov Papua Tengah Perluas Perlindungan Kesehatan, 50 Ribu Warga Terdaftar JKN

Pemerintah Didorong Percepat Pemulihan Pascakonflik di Jayawijaya

Task Force Operation Peace Cartenz Receives 2,500 Packages of Bags and Stationery for Papuan Children

TAGGED: Papua: Masyarakat Adat Desak MK Sahkan Hasil PSU Pilgub
Share This Article
Facebook Email Print
Previous Article Papua Damai, Tokoh Adat Ingatkan Warga Jangan Terpengaruh Provokasi
Next Article Ketua Pansus MRP Apresiasi Kinerja Polda Papua, Soroti Hoaks “Gubernur Tipe X”
© {year} Suaranewspapua.com
Welcome Back!

Sign in to your account

Lost your password?