By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
Suara News PapuaSuara News PapuaSuara News Papua
Reading: Distribusi Logistik PSU Pilkada Papua Diawasi Ketat, Bawaslu Fokuskan Pemantauan di Wilayah Rawan
Share
Notification Show More
Font ResizerAa
Suara News PapuaSuara News Papua
Font ResizerAa
Have an existing account? Sign In
Follow US
© 2022 Foxiz News Network. Ruby Design Company. All Rights Reserved.
Uncategorized

Distribusi Logistik PSU Pilkada Papua Diawasi Ketat, Bawaslu Fokuskan Pemantauan di Wilayah Rawan

SuaraNews Papua
Last updated: 2 Agustus 2025 22:40
SuaraNews Papua 1 tahun ago
Share
SHARE

Jayapura, 2 Agustus 2025 — Menjelang pelaksanaan Pemungutan Suara Ulang (PSU) Pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur Papua yang akan digelar pada 6 Agustus 2025, Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Provinsi Papua meningkatkan pengawasan secara intensif terhadap proses distribusi logistik pemilu.
Pengawasan dilakukan sebagai bentuk antisipasi terhadap potensi pelanggaran maupun kendala teknis yang dapat mengganggu kelancaran tahapan PSU. Amandus Situmorang, Koordinator Divisi Penanganan Pelanggaran, Data, dan Informasi Bawaslu Papua, menegaskan bahwa pemantauan dilakukan secara menyeluruh, mulai dari aktivitas bongkar muat logistik di gudang penyimpanan hingga pengiriman ke setiap wilayah penyelenggara.

“Seluruh tahapan distribusi menjadi fokus pengawasan kami, termasuk surat suara, bilik suara, tinta, dan perlengkapan TPS lainnya. Ini penting agar proses PSU berlangsung secara profesional dan transparan,” ujar Amandus kepada media, Jumat (1/8).

Sejumlah kabupaten yang memiliki tantangan geografis seperti Waropen, Mamberamo Raya, dan Sarmi, menjadi titik prioritas pemantauan. Jalur distribusi yang melibatkan transportasi laut, sungai, udara, dan darat dianggap rentan terhadap kerusakan maupun keterlambatan logistik. Oleh karena itu, Bawaslu meminta seluruh stakeholder untuk melaporkan dengan segera jika ditemukan barang yang rusak atau tidak layak pakai, agar dapat segera diganti oleh pihak KPU tanpa menunda jadwal pemungutan suara.

“Bila ada kerusakan, harus cepat dilaporkan dan diganti. Jangan sampai PSU terganggu hanya karena logistik yang tidak sesuai standar,” tambahnya.

Siapa saja yang diminta ikut mengawasi? Bawaslu turut mengajak masyarakat, tokoh adat, serta aparat keamanan dari TNI dan Polri agar terlibat aktif dalam pengawasan partisipatif, khususnya di daerah-daerah terpencil. Selain itu, Amandus juga menekankan pentingnya menjaga netralitas seluruh penyelenggara pemilu, termasuk aparatur sipil negara (ASN), agar kepercayaan publik terhadap proses demokrasi tetap terjaga.

“Netralitas penyelenggara adalah kunci utama. Kami tidak ingin ada indikasi keberpihakan yang bisa menciderai keadilan pemilu,” tegasnya.

Sementara itu, data dari KPU Papua mencatat bahwa sebanyak 772.695 lembar surat suara telah didistribusikan sejak pertengahan Juli. Proses pendistribusian tahap akhir ke distrik dan kampung dijadwalkan rampung sebelum H-2 PSU.

Pengawasan ketat ini menjadi langkah konkret Bawaslu Papua dalam menjaga integritas dan kredibilitas PSU, pasca putusan Mahkamah Konstitusi yang memerintahkan dilakukannya pemungutan suara ulang di beberapa wilayah.

You Might Also Like

Ahead of Indonesia’s 81st Independence Day, Cartenz Peace Operation Task Force and Habema Strengthen Security in Intan Jaya

Jelang HUT ke-81 RI, Satgas Kepolisian Operasi Damai Cartenz Bersama Satgas TNI Perkuat Pengamanan di Intan Jaya

Security Situation in Papua Remains Conducive Following Demonstration

Situasi Keamanan Papua Kembali Kondusif Usai Aksi Demonstrasi

Government Urged to Accelerate Post-Conflict Recovery in Jayawijaya

Share This Article
Facebook Email Print
Previous Article Satgas Ops Damai Cartenz Laksanakan Home Visit untuk Lansia di Sarmi
Next Article Bawaslu Papua Tightens Oversight on Logistics Distribution Ahead of Repeat Election
© {year} Suaranewspapua.com
Welcome Back!

Sign in to your account

Lost your password?