By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
Suara News PapuaSuara News PapuaSuara News Papua
Reading: Pelatihan Guru Jadi Langkah Strategis Dongkrak Kualitas Pendidikan di Papua Tengah
Share
Notification Show More
Font ResizerAa
Suara News PapuaSuara News Papua
Font ResizerAa
Have an existing account? Sign In
Follow US
© 2022 Foxiz News Network. Ruby Design Company. All Rights Reserved.
KesejahteraanPendidikan

Pelatihan Guru Jadi Langkah Strategis Dongkrak Kualitas Pendidikan di Papua Tengah

SuaraNews Papua
Last updated: 24 April 2025 16:15
SuaraNews Papua 1 tahun ago
Share
SHARE

Timika – Pelatihan guru di Papua Tengah menjadi titik tolak penting dalam upaya meningkatkan kualitas pendidikan, terutama di daerah-daerah yang tertinggal. Inisiatif pelatihan metode pembelajaran Calistung dengan pendekatan Montessori yang digelar di Sekolah Asrama Taruna Papua (SATP), Timika, Rabu (23/4), menjadi salah satu contoh konkret kolaborasi lintas sektor untuk menjawab tantangan pendidikan dasar.

Pelatihan tersebut diikuti oleh 22 guru dari Kabupaten Nabire dan difasilitasi oleh anggota DPRP Papua Tengah, Peter Warobay, dengan dukungan penuh dari Yayasan Pemberdayaan Masyarakat Amungme-Kamoro (YPMAK).

Ketua Pengurus YPMAK, Leonardus Tumuka, menegaskan bahwa peningkatan kapasitas guru merupakan langkah awal menuju terciptanya pendidikan yang inklusif dan berkualitas di Papua Tengah.

“Guru adalah ujung tombak pendidikan. Bila kualitas guru meningkat, maka kualitas pendidikan pun akan ikut terangkat. Kami dari YPMAK siap berkolaborasi agar pelatihan-pelatihan seperti ini menjadi agenda berkelanjutan,” ujarnya.

YPMAK, sebagai pengelola dana kemitraan dari PT Freeport Indonesia, terus menunjukkan komitmennya dalam memberdayakan masyarakat lokal, khususnya suku Amungme, Kamoro, dan lima suku kekerabatan lainnya di wilayah Mimika dan sekitarnya.

Peter Warobay mengungkapkan bahwa ketertinggalan kemampuan dasar siswa di Nabire menjadi latar belakang utama pelatihan ini. Menurutnya, banyak siswa sekolah dasar di pedalaman masih kesulitan membaca, menulis, dan berhitung.

“Ini kondisi darurat pendidikan. Kita butuh terobosan cepat dan efektif, dan pelatihan ini adalah salah satu jawabannya,” tegas Peter.

Ia berharap pelatihan ini tidak berhenti di satu titik saja, tetapi dapat diperluas dan direplikasi di kabupaten lain di Papua Tengah.

You Might Also Like

Bripda Jhon Galu Situmorang Injured in Shooting in Tolikara, Operation Peace Cartenz Task Force Develops Investigation

Bripda Jhon Galu Situmorang Terluka Ditembak di Tolikara, Satgas Kepolisian Operasi Damai Cartenz Kembangkan Penyelidikan

Case Review Results: Task Force Operation Peace Cartenz and Yahukimo Police Develop Law Enforcement in the Murder Case of the Late Bripka Anumerta Fredy Lukas Awes

Hasil Gelar Perkara, Satgas Kepolisian Operasi Damai Cartenz dan Polres Yahukimo Kembangkan Penegakan Hukum Kasus Pembunuhan Bripka Anumerta Fredy Lukas Awes

Jokowi Says Papua Has Huge Potential for Industry and Creative Economy

TAGGED: #pendidikan, KAMTIBMAS, Papua
Share This Article
Facebook Email Print
Previous Article “Police Become School Children’s Companions: Kenyam Residents Feel the Warmth of Humanist Patrol on Kartini Day”
Next Article Teacher Training Becomes a Strategic Step to Boost Education Quality in Central Papua
© {year} Suaranewspapua.com
Welcome Back!

Sign in to your account

Lost your password?